Penderita Cacar Boleh Mandi kok, Hanya. . . .
Limawaktu.id - Ada mitos yang berkembang di masyarakat bahwa penderita cacar air atau varisella jangan terlalu sering mandi. Bahkan ada sebagian yang melarang penderita cacar untuk mandi sebelum sembuh. Namun ternyata hal tersebut hanya mitos dan salah kaprah yang disebabkan ketidaktahuan dari masyarakat. Penderita boleh mandi seperti orang normal lainnya, hanya saja tata caranya yang berbeda.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Pratiwi yang didampingi Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, Romi Abdurakhman saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jumat (30/8/2019).
"Justru penderita cacar itu disarankan untuk mandi supaya tidak jadi nanah. Hanya pakai sabunnya menggunakan tangan dan jangan diusap. Kemudian handuknya juga jangan diusap, di lap pelan-pelan," terangnya.
Kasus cacar air di Kota Cimahi sendiri saat ini disebutkan tengah mengemuka. Namun untuk jumlah pastinya masih dalam tahap inventrisir tim di lapangan. "Berdasarkan data dari Puskesmas, sudah ada puluhan. Paling banyak itu di wilayah Padasuka," ujarnya.
Meskipun tidak termasuk dalam kategori penyakit dengan penanganan prioritas, namun cacar air tetap harus. "Tidak seberat difteri kasusnya, tapi tidak bisa dianggap remeh juga. Jadi bukan penanganan prioritas, tapi masuk kewaspadaan (surveilance)," jelasnya.
Menurut Pratiwi, cacar air yang menyerang khususnya terhadap anak-anak diduga berasal dari seorang anak yang terpapar lalu saat beraktivitas menularkan pada teman-temannya sehingga terjadi penularan cacar air massal.
"Penularannya bisa kontak langsung, tidak langsung, dan lewat udara. Sebetulnya anak yang terkena cacar air itu dilarang dulu sekolah sampai 2 minggu," bebernya. Tak hanya menyerang anak-anak, cacar air juga berpotensi menyerang orang dewasa. Bahkan, gejala cacar air pada orang dewasa bisa lebih parah ketimbang pada anak-anak.
"Kalau dewasa pasti lemas, demam tinggi, bahkan bisa pingsan. Kalau punya indikasi kekebalan tubuh sangat lemah karena HIV, bisa komplikasi ke organ lainnya," ungkapnya. Penanganan untuk cacar air pada anak dan orang dewasa, jelas Pratiwi, tidak berbeda jauh. Mereka hanya perlu meminum obat anti demam, multivitamin, atau antivirus jika memang diperlukan.
"Nama antivirusnya itu acyclovir, dengan dosis 4 kali sehari untuk anak dan dewasa 5 kali sehari," jelasnya.Sebagai catatan, pada tahun 2018 terjadi 78 kasus penyakit cacar air baik pada anak maupun orang dewasa. Namun tidak sampai menimbulkan dampak fatal.