Pemuda 18 Tahun Tenggelam di Sungai Cilamaya Karawang, Tim SAR Lakukan Pencarian
Limawaktu.id, Karawang – Seorang pemuda berusia 18 tahun dilaporkan hilang dan diduga tenggelam di aliran Sungai Dusun Kebon Dua, Desa Tegalsari, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jumat (31/7/2026). Hingga Jumat siang, korban yang diketahui bernama Ardi masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung mengerahkan tim penyelamat setelah menerima laporan adanya seorang warga yang diduga tenggelam di aliran sungai tersebut. Sebelum operasi dimulai, petugas lebih dahulu melakukan koordinasi dengan Unit Siaga SAR (USS) Karawang dan BPBD Kabupaten Karawang guna memastikan validitas informasi.
Setelah laporan dinyatakan valid, Tim Rescue USS Karawang diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 06.35 WIB untuk melaksanakan operasi pencarian.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban diketahui bernama Ardi (18), warga Dusun Karangsari RT 06 RW 03, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan. Sebelum kejadian, korban diduga berada dalam kondisi mabuk dan keluar dari rumah menggunakan sepeda.
Tak lama kemudian, sejumlah warga melihat korban menceburkan diri ke aliran Sungai Dusun Kebon Dua. Warga sempat mendengar teriakan minta tolong dari korban. Namun, arus sungai yang cukup deras membuat korban menghilang dari permukaan air dan diduga tenggelam.
"Kami menerima informasi adanya satu orang yang diduga tenggelam di aliran Sungai Dusun Kebon Dua. Setelah dilakukan koordinasi dengan USS Karawang dan BPBD Kabupaten Karawang serta informasi dinyatakan valid, Tim Rescue diberangkatkan untuk melaksanakan operasi pencarian," terang Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, JUm’at, 31 Juli 2026.
Operasi SAR melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, unsur TNI-Polri, aparat pemerintah setempat, serta relawan dan potensi SAR lainnya. Tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan personel dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan. Pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Basarnas Bandung menyatakan akan terus memberikan perkembangan terbaru terkait hasil operasi pencarian seiring berlangsungnya proses SAR di lokasi.