Rabu, 11 Maret 2020 21:46

Pemkab Bakal Gelontorkan Rp 30 Juta Per RW Tahun Depan

Foto istimewa Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Sebanyak 2.320 di 165 desa di Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal diberikan anggaran  hingga Rp 30 juta per tahunnya mulai tahun 2021. Hal itu menjadi salah satu program yang masuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) KBB tahun 2021 yang digelar di Padalarang, Rabu (11/3/2020).

Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkab Bandung Barat menyiapkan Rp 76 miliar. Dana tersebut diperuntukkan hanya untuk perbaikan akses jalan lingkungan pedesaan yang sejauh ini kondisinya masih berupa jalan tanah. Penggunaannya tidak boleh untuk hal lain, karena hanya untuk jalan lingkungan.

"Ketika saya menjalankan program ngariksa lembur banyak jalan lingkungan di setiap RW yang masih berupa jalan tanah. Makanya saya mengalokasikan program bantuan anggaran satu RW sebesar Rp30 juta untuk memperbaiki jalan lingkungan," kata Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna.

Dijelaskannya, spesifikasi perbaikan jalan lingkungan tersebut adalah bukan dengan dipelur atau aspal, tapi menggunakan paving blok. Selain rapih dan lebih enak dilihat, paving blok juga daya tahannya dinilai lebih lama dibanding dengan diaspal. Jika rencana tersebut dapat direalisasikan dan selesai tepat waktu, maka dampak positifnya adalah kepada peningkatan perekonomian warga serta kunjungan wisatawan.

Sementara untuk penyediaan paving blok, pihaknya juga bekerja sama dan akan memberdayakan para pemuda yang ada di setiap desa. Rencananya, bahan dasar paving blok tersebut berasal dari daur ulang sampah yang diolah dan menjadi bahan dasar pembuatan paving blok sehingga pengeluaran menjadi lebih murah. Untuk pelaksanaannya pengerjaannya bisa juga dilakukan dengan swadaya dan gotong royong sehingga tidak memerlukan cost yang besar.

"Intinya adalah perekonomian berbasis desa, ketika semua jalan lingkungan di setiap RW sudah rapih maka akan mendukung program besar pembangunan di KBB yang basisnya adalah pengembangan pariwisata. Semoga dalam dua atau tiga tahun ke depan bisa selesai, karena desa yang bersih, sehat, dan nyaman, pasti akan banyak dikunjungi," imbuhnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), KBB, Asep Wahyu FS menambahan, berdasarkan data di KBB terdapat sebanyak 2.320 RW dan 8.748 RT. Menurutnya teknis mekanisme penyaluran yang aman bisa melalui bantuan keuangan pemerintah desa.

"Dengan jumlah 2.320 RW maka anggaran yang disiapkan sekitar Rp76 miliar, dengan bantuan per RW-nya sekitar Rp 30 juta," terangnya.