Rabu, 15 Juli 2026 18:39

Pemda Jadi Simpul Kolaborasi Wujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045

Wamendagri Akhmad Wiyagus saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045, di GBI (Gereja Bethel Indonesia) Bethel Summarecon, Bandung, Rabu, 15 Juni 2026. [Puspen Kemendagri]

Limawaktu.id, Bandung - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pemerintah daerah (Pemda) memiliki peran strategis sebagai simpul kolaborasi dalam mewujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045. Karena itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan terus mendorong Pemda mengintegrasikan agenda kesehatan ke dalam perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah.

Penegasan itu disampaikan Akhmad Wiyagus saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 yang diselenggarakan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di GBI (Gereja Bethel Indonesia) Bethel Summarecon, Bandung, Rabu, 15 Juni 2026.

"Ketahanan sebuah bangsa tidak lagi semata-mata diukur dari kekayaan alam atau kekuatan militer, melainkan dari kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, kesehatan yang inklusif menjadi kunci utama menuju Indonesia Emas 2045. Bangsa yang berdaya saing global hanya akan lahir dari fondasi masyarakat yang sehat dan berdaulat atas kesehatannya sendiri," ujar Wiyagus.

Wiyagus menambahkan bahwa pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Upaya tersebut memerlukan kolaborasi pemerintah pusat, Pemda, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat. Selain itu, pembangunan kesehatan juga harus didukung sektor lain, seperti penyediaan air bersih, sanitasi, ketahanan pangan, pendidikan, perlindungan sosial, tata ruang, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.

Kemendagri akan terus memperkuat peran Pemda agar agenda kesehatan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan daerah, rencana strategis perangkat daerah, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah tersebut penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

"Kami juga memastikan setiap pemerintah daerah mampu menjadi simpul kolaborasi yang mempertemukan seluruh kekuatan di wilayahnya untuk mendukung terwujudnya kedaulatan kesehatan Indonesia 2045," tegasnya.

Wiyagus menjabarkan, komitmen tersebut, sejalan dengan Pasal 28 ayat (1) dan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjamin hak setiap warga negara memperoleh pelayanan kesehatan. Amanat tersebut diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menempatkan kesehatan sebagai urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar.

Wiyagus menegaskan keberhasilan mewujudkan Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bergantung pada kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Ia mengajak seluruh pihak membangun kolaborasi yang kuat antarlembaga, sehingga Indonesia mampu melahirkan masyarakat yang sehat, tangguh, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Seminar dan Deklarasi ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Dewan Kehormatan PIKI Hashim Sujono Djojohadikusumo, Ketua Umum PIKI Maruarar Sirait, beserta jajaran Pengurus PIKI.