Senin, 2 November 2026 17:17

Pelatihan Tenaga Kerja di Kota Cimahi Dinilai Tidak Efektif

Foto Ilustrasi pencari kerja [Jawa Pos]

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kota Cimahi Edi Suherdi mengungkapkan, kegiatan pelatihan tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi dinilai tidak efektif. Buktinya Kota Cimahi masih menduduki ranking ke 2 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat.

“Pelatihan yang dilaksanakan oleh Disnaker saya nilai kurang memuaskan, karena masih banyak lulusan pelatihan yang tidak bisa diterima di perusahaan yang ada di Kota Cimahi atau di pasar kerja,” ungkap Edi, Senin, 2 November 2026.

Dia berpendapat, seharusnya sebelum membuat program pelatihan, Disnaker melakukan kerjasama terlebih dahulu agar pelatihanh yang dilaksanakan bisa ada relevansinya dengan dunia kerja. Sehingga hasil daripada pembinaan itu tidak sertamerta diterima oleh perusahaan.

“Karena tidak ada kerjasama dengan pihak perusahaan sehingga lulusan dari pelatihan yang dilaksanakan oleh Disnaker itu siap pakai sesuai dengan kebutuhan yang ada,” kata Edi.

Menannggapi angka TPT di Cimahi yang mencapai angka 8,75 persen  yang menempatkan Kota Cimahi pada urutan kedua di Jawa Barat, Edi meniulai datanya kurang akurat, karena survey yang dilakukan oleh BPS.

“Dat itu kurang akurat karena yang melaksanakan pendataan adalah BPS, sebaiknya Dinas Tenaga Kerja dan BPS koordinasi agar hasil daripada survei ini betul-betul akurat,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Cimahi berada di angka 8,75%. Dengan capaian tersebut, Kota Cimahi kini menempati posisi kedua tertinggi untuk tingkat pengangguran tingkat kabupaten/kota di Jawa Barat, berada tipis di bawah Kabupaten Bekasi yang mencatatkan angka 8,78%.

Berikut adalah daftar lima besar wilayah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Jawa Barat:

• Kabupaten Bekasi: 8,78%

• Kota Cimahi: 8,75%

• Kota Sukabumi: 8,19%

• Kabupaten Karawang: 7,99%

• Kota Bogor: 7,95%

Sementara itu dikutip dari akun isntagram DPRD Kota Cimahi, Komisi IV mengakui pengangguran masih jadi salah satu pekerjaan rumah di Kota Cimahi. Karena itu, Komisi IV DPRD Kota Cimahi berkunjung ke Disnaker untuk membahas upaya menekan angka pengangguran, mulai dari pelatihan dan peningkatan kompetensi, akses terhadap dunia kerja, hingga persoalan hubungan industrial.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hikmawati menyebutkan terkait pengangguran, bukan cuma soal membuka lapangan kerja, tapi juga memastikan masyarakat punya kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“ Komisi IV akan terus melakukan pengawasan dan mendorong sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga Cimahi yang siap kerja dan angka pengangguran terus menurun," pungkasnya.