Selasa, 9 September 2025 19:36

Pelajar Cimahi Digembleng Disiplin di Pusdikjas TNI

Wali Kota Cimahi Ngatiyana membuka kegiatan pendidikan kedisiplinan bagi siswa SMP se-Kota Cimahi tahun 2025,Program yang digelar di Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas) TNI Angkatan Darat, Baros [Diskominfo Kota Cimahi ]

Limawaktu.id Kota Cimahi - Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengungkapkan, pendidikan kedisiplinan menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan pendidikan kedisiplinan bagi siswa SMP se-Kota Cimahi tahun 2025,Program yang digelar di Pusat Pendidikan Jasmani (Pusdikjas) TNI Angkatan Darat, Baros, ini diikuti siswa-siswi dari SMP negeri maupun swasta.

“Kedisiplinan adalah modal utama. Dengan kemauan yang keras dan kerja keras, anak-anak ini akan tumbuh sebagai calon pemimpin masa depan. Ditempa di lingkungan TNI, mereka belajar hidup teratur, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan,” ungkap Ngatiyana, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 9 September 2025.

Dia menegaskan, meski kegiatan berlangsung singkat selama tiga hari, dampaknya diharapkan membekas dalam kehidupan para peserta.

“Mulai dari bangun tidur, belajar, hingga waktu istirahat, semua diatur. Dari situlah anak-anak akan belajar arti kedisiplinan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ngatiyana juga menyoroti keterkaitan antara kedisiplinan dengan keberhasilan akademik maupun kehidupan sosial. Siswa yang terbiasa disiplin, lanjutnya, cenderung memiliki kinerja belajar lebih baik karena mampu mengatur waktu, fokus pada tugas, serta menghindari perilaku negatif seperti perundungan.

“Ketidakdisiplinan sering menjadi pemicu masalah sosial, termasuk perundungan. Oleh karena itu, pembinaan ini juga diarahkan agar siswa mampu membangun kebersamaan, saling menolong, dan menghargai satu sama lain,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial. Fenomena cyber-bullying dinilai berbahaya karena berdampak jangka panjang terhadap korban maupun pelaku.

“Gunakan teknologi dengan cerdas. Jangan sampai media sosial justru merusak mental dan masa anak-anal, ” pungkas Ngatiyana.