Pedagang Pasar Antri : Informasi Positif Corona Simpangsiur
Cimahi - Informasi tentang pedagang yang diduga positif di Pasar Antri Baru menjadi simpang siur, karena ada perbedaan data antara pihak Pemkot Cimahi dengan pihak pedagang dan Pengelola Pasar Antri Baru. Pasalnya, pedagang di Pasar Antri yang di test Swab hanya 51 orang saja.
"Informasi dari pihak pemerintah tak sesuai dengan data yang ada di kami, sehingga kami merasa dirugikan," terang Agus Rudianto, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Antri Baru, saat dihubungi , Rabu (27/05).
Tak hanya itu, pihaknya pun tak habis mengerti sebab dalam pemberitaan ada lima orang yang positif corona, satu orang pedagang, yang beralamat di Kelurahan Setiamanah dan dua orang pedagang asal Tani Mulya Kabupaten Bandung Barat serta warga Kelurahan Cibabat.
"Sepengetahuan kami, pedagang asal Tanimulya sudah lama tak berjualan, sebelum test juga sudah tidak ke pasar, yang nunggu kios adalah isterinya, hasil test nya pun isterinya negatif, jadi pedagang yang betul-betul positif hanya satu orang," jelasnya.
Tak hanya itu, pedagang asal KBB tersebut tidak di test di Pasar Antri pada 15 Mei lalu, tetapi tesnya dilakukan di Kabupaten Bandung Barat. Dengan kejadian ini pihaknya merasa ada kesimpangsiuran atas informasi yang berkembang di masyarakat.
Hal yang sama diampaikan Kepala Pasar Antri Baru Jhoni Hanjilin. Dia membenarkan jika yang di test pada 15 Mei 2020 itu jumlahnya 51 orang pedagang, dengan hasil yang positif adalah satu orang pedagang yang beralamat di Kelurahan Setiamanah Kecamatan Cimahi Tengah.
"Kami sedang melakukan koordinasi diinternal pedagang dan pengelola pasar, " jelasnya.
Seperti diberitakan sejumlah media, sebanyak dua orang pedagang di Pasar Antri, Kota Cimahi positif terpapar covid-19 usai dilakukan tes swab pada Jumat (15/5/2020) lalu. Akibat kondisi tersebut, Pasar Antri ditutup selama 14 hari ke depan dan dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.