Sabtu, 11 April 2026 16:46

Pasca Longsor Warga Desa Karang Nunggal Cianjur Kesulitan Beraktivitas

Kondisi Jalan di RW 08 Desa Karang Nunggal Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur rusak parah pasca longsor 4 April 2026. [Istimewa]

Limawaktu.id, Cianjur - Bencana longsor yang terjadi pada 4 April 2026 di RW 08 Desa Karang Nunggal Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, hingga kini belum mendapat penanganan. Kondisi tersebut mengakibatkan akses jalan rusak parah di sejumlah titik dan menyulitkan aktivitas warga.

Lebih dari sepekan setelah longsor menerjang, belum terlihat adanya penanganan nyata dari pemerintah. Akses jalan yang rusak parah dibiarkan, membuat warga kesulitan terutama saat hujan turun.

Longsor yang mencapai puluhan meter itu merusak sedikitnya lima titik jalan. Dua di antaranya kini dalam kondisi kritis dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Saat hujan, seluruh jalur berubah menjadi lumpur licin dan mengeluarkan air dari badan jalan, sehingga praktis tidak dapat dilintasi.

“Kalau hujan, sudah tidak bisa lewat sama sekali. Jalannya jadi tanah, berlumpur, keluar air,” ungkap Lili, salah seorang Warga Desa Karang Nunggal Kecamatan Cibeber, Sabtu, 11 April 2026.

Kondisi ini bukan sekadar mengganggu, tetapi telah melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Akses pendidikan menjadi salah satu yang paling terdampak. Para pelajar terpaksa mencari jalur alternatif dengan risiko lebih besar dan biaya tambahan.

Lili menyebut, anaknya yang bersekolah di Cikondang, Kecamatan Ciranjang, harus menempuh perjalanan sekitar 4 kilometer menggunakan sepeda motor atau ojek setiap hari. Dalam kondisi cuaca buruk, perjalanan menjadi jauh lebih sulit dan memakan waktu.

“Anak sekolah jadi susah. Harus naik motor, kadang lebih jauh dan lama. Kalau hujan makin parah,” katanya.

Ironisnya, hingga kini warga mengaku belum mendapatkan kejelasan maupun tindakan konkret dari pemerintah desa maupun kabupaten. Tidak ada perbaikan darurat, tidak ada alat berat, bahkan tidak ada kepastian kapan penanganan akan dilakukan.

“Belum ada apa-apa, belum ditangani,” ujarnya dengan nada kecewa.

Jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas warga, mulai dari pendidikan hingga ekonomi. Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda penanganan dan segera turun tangan sebelum kondisi semakin memburuk, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat.

“Harapannya segera diperbaiki. Biar warga bisa beraktivitas normal lagi,” pungkasnya.

Meski tidak ada laporan korban jiwa maupun rumah tertimbun, pembiaran kerusakan infrastruktur ini dinilai berpotensi memperparah dampak sosial dan ekonomi masyarakat jika terus berlarut.