Selasa, 18 Agustus 2020 16:27

Pasar Cimindi Bukan Prioritas Revitalisasi Tahun Depan, Ini Sebabnya!

Pasar Cimindi yang terletak di Jalan Mahar Martanegara Kota Cimahi. [Foto Istimewa]

Cimahi - Revitalisasi Pasar Cimindi bukan menjadi prioritas untuk diperbaiki tahun depan. Sebab, alokasi biaya untuk revitalisasi pasar yang terletak di Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi itu kemungkinan tidak masuk anggaran prioritas tahun depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi, Huzein Rachmadi mengatakan, sebetulnya revitalisasi Pasar Cimindi menjadi salah satu program prioritas namun tidak untuk tahun depan. Sebab pihaknya masih menjadikan Underpass Sriwijaya dan Stadion Sangkuriang untuk dibangun.

"Masih prioritas tapi gak tahun depan. Bukan berarti gak prioritas, tapi mana sih yang lebih dulu," kata Huzein, Selasa (18/8/2020).

Dikatakannya, meski bukan prioritas untuk direvitalisasi tahun depan, rencananya pihaknya tetap mengusulkan bantuan anggaran kepada Pemprov Jabar.

"Diusulkan tapi belum menjadi keputusan karena konsentrasi kita masih di underpass, lapangan Sangkuriang," jelasnya.

Huzein mengatakan, untuk revitalisasi Pasar Cimindi pihaknya tetap mengandalkan bantuan. Pasalnya jika mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sangat kecil kemungkinannya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama menambahkan, pihaknya sudah memperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan untuk merevitalisasi total Pasar Cimindi.

"Kemarin terakhir diangka Rp 37-45 miliar sampai beres," terang Adet.

Dirinya menjelaskan, besarnya biaya perkiraan untuk merevitalisasi Pasar Cimindi dikarenakan rencananya seluruh pasar yang ada saat ini akan dibuat ulang menggunakan konsep baru. Termasuk menambah lantai pasar.

Seperti diketahui, dua tahun lalu, tepatnya akhir tahun 2017 Pasar Cimindi sempat direvitalisasi menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun pembangunanya tidak secara menyeluruh, dan malah terhenti di tahun 2018.

"Konsepnya baru lagi, kalau konsep lama tinggal tapi kontruksi yang sudah ada akan tetap dimanfaatkan. Pak wali kelihatannya ingin lebih maksimal lagi. Paling naik lagi (pasar bertingkat," jelas Adet.

Sebenarnya, lanjut Adet, pihaknya terus berupaya agar Pasar Cimindi segera direvitalisasi. Namun semua biayanya tergantung hasil kesepakatan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang disesuaikan sengan skala prioritas.

"Sebenarnya kita upaya terus dari anggaran pusat, provinsi. Tapi dengan kondisi pandemi segala kegiatan harus berdasarkan skala prioritas. Mudah-mudahan sih seceptanya" pungkas Adet.