Senin, 4 Desember 2017 15:08

Pangdam III Siliwangi Optimistis Pembenahan Citarum Tuntas 6 Bulan

Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo memberikan sambutan di Silaturahmi Sepanjang DAS Citarum Jabar dengan tajuk "Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera ". "Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo". [limawaktu]

Limawaktu.id, - Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo mengaku sangat optimis pembenahan Sungai Citarum tuntas dalam waktu enam bulan lewat program Citarum Harum.

"Kami optimis dalam waktu 6 bulan Citarum bersih dari sampah, dua tahun limbah bisa diatasi, dan lima tahun masalah banjir terselesaikan. Tentunya dengan partisipasi semua pihak termasuk masyarakat Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum," kata Doni saat menggelar Silaturahmi Sepanjang DAS Aliran Sungai Citarum Jabar dengan tajuk "Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera ". "Leuweung Hejo, Masyarakat Ngejo".

Dia juga menjelaskan, bahwa Program Citarum Harum saat ini menggunakan sistem satu komando. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menjadi pimpinan umum, Pangdam Siliwangi dan Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Martoyo akan menjadi pelaksana harian. "Kodam III/Siliwangi fokus pada pembenahan DAS Citarum, sementara Polda Jabar akan menindak pelanggaran hukumnya terhadap pembuang limbah tanpa IPAL," jelasnya.

Doni menerangkan, program Citarum Harum bukan hanya pembersihan sampah dan reboisasi hutan gundul. Namun, ucap Doni, yang terpenting adalah edukasi masyarakat betapa pentingnya Sungai Citarum bagi kehidupan generasi penerus bangsa. "Bila Citarum bersih maka persoalan banjir yang tiap tahun merendam kawasan Bandung selatan bisa teratasi," kata dia, Senin (4/11)

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan program Citarum Harum ini pihaknya akan membagi menjadi 20 sektor yang dilaksanakan oleh 20 tim dan berbaur dengan masyarakat menyusuri sungai mencari masalahnya, menginventarisi, dan melaporkan ke Pangdam.

"Kami melakukan pendekatan hati dalam melakukan pembenahan Citarum ini. Nanti para prajurit yang masing-masing sektor ini akan berbaur dengan masyarakat menyusuri sungai mencari masalahnya, menginventarisi, dan melaporkan ke pada kami untuk dicarikan solusinya, sehingga semua persoalan ini nantinya dapat terselesaikan dengan baik," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naser, perwakilan Polda Jabar, Kombes Pol Sudrajat, unsur muspika kabupaten Bandung, mewakili Polres Bandung, komandan Dandim, Korem, kades, tokoh agama, dan tokoh lingkungan hidup. Selain itu pemaparan dan sambutan dilakukan terutama oleh beberapa petani asal Sarongge yang dulunya diketahui sempat merambah hutan di wilayah Gunung Gede Pangrango Bogor Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan dilanjutkan pada Selasa (5/12) besok, untuk penanaman pohon dalam program Satapok yang canangkan oleh DLH Kabupaten Bandung. (lie)