Senin, 10 Agustus 2020 16:59

Panen Kasus Covid-19, Opsi PSBB di Cimahi Kembali Mengemuka

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna saat dimintai keterangan. [Foto Istimewa]

Cimahi - Bukannya mereda, kasus virus korona atau Covid-19 di Kota Cimahi malah semakin liar. Bahkan jumlah yang terpaparnya terus bertambah dan sudah menyasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga tenaga kesehatan.

Hingga saat ini, tercatat kasus positif virus korona di Kota Cimahi mencapai 153 orang. Pasien yang sudah sembuh mencapai 113 orang, meninggal 4 orang dan yang masih positif terpapar Covid-19 mencapai 36 orang.

"Kita mengalami seperti 4 bulan lalu. Tapi rata-rata semua kota naik, bukan hanya Kota Cimahi," ujar Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, Senin (10/8/2020).

Jika kondisi terus seperti ini, kata Ajay, bukan tidak mungkin Kota Cimahi kembali masuk zona merah. Saat ini, Kota Cimahi masuk zona oranye atau sedang penyebaran kasus virus korona. "Mungkin (masuk zona merah)," ucap Ajay.

Dikatakan Ajay, opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bisa saja diterapkan kembali di Kota Cimahi untuk mendisiplinkan masyarakat. Pihaknya terus mengedukasi agar protokol kesehatan seperti menghindari kerumunan, mengenakan masker hingga mencuci tangan tetap dijalankan masyarakat.

"(PSBB) Kita lagi pikirkan itu. Protokol kesehatan terus kita bewarakan (informasikan) kepada masyarakat. Sekarang ada denda masker lagi digodog, tapi kita gak ke (sanksi) materi dulu," ungkap Ajay.

Ia melanjutkan, terus bertambahnya jumlah paparan virus korona di Kota Cimahi otomatis berdampak terhadap sekolah. Pihaknya hingga saat ini belum terpikirkan untuk membuka Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah.

"Sepertinya tidak akan dulu (membuka sekolah)," tandasnya.