Kamis, 19 Maret 2020 10:54

Pak Bupati, Rumah Miring Janda di Padalarang ini Butuh Bantuan

Rohayati saat ditemui di kediamannya, Kamis (1932020). [Fery Bangkit]

Limawaktu.id – Kondisi rumah milik Rohayati (47) di warga Kampung Kepuh, RT 2/11, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) kian memprihatinkan. Rumah panggung berukuran 3X6 meter nyaris ambruk.

Bahan bangunan rumah janda anak tiga itu, hanya bilik bambu dan didominasi kayu, Material bangunannya kini sudah mulai keropos baik di bagian dalam maupun dibagian luar. Bahkan, kini posisinya bukan tegak lagi, melainkan miring dan reyot.

 Agar tidak roboh, Rohayati memasang penyangga dengan menggunakan bambu. Pada bagian dalam hanya terdapat alat-alat rumah tangga seadanya dengan kondisi dapur dan kamar mandi yang sangat memprihatinkan karena jauh dari kata layak untuk ditempati baik saat siang mapun malam hari.

"Iya, ini rumah saya yang sejak 8 tahun lalu belum pernah diperbaiki, jadi kondisinya saat ini sudah miring dan sudah mau ambruk," ujar Rohayati saat ditemui di kediamannya.

Rumah itu dibangun pada tahun 2012 lalu, itupun bantuan dari pihak desa. Namun, material bangunan yang digunakan hanyalah bambu dan kayu bekas hingga akhirnya tak bisa bertahan lama.

"Iya, ini rumah saya yang sejak 8 tahun lalu belum pernah diperbaiki, jadi kondisinya saat ini sudah miring dan sudah mau ambruk," ujar Rohayati saat ditemui di kediamannya, Kamis (19/3/2020).

Dulunya, rumah Rohayati dibangun diatas tanah milik keponakannya, namun karena tanah tersebut akan dibangun rumah, dia terpakasa harus pindah ke bagian samping yang saat ini ditempati.

"Kalau rumah yang sekarang tanahnya milik ibu saya. Pindah kesini tahun 2012 dengan bahan-bahan dari sisa rumah saya yang dulu," katanya.

Rohayati yang hanya seorang janda dan hanya bekerja serabutan, tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya, sehingga saat ini ia hanya bisa mengandalkan bantuan dari pemerintah agar segera diperbaiki.

"Sudah ada yang survey kesini dan sudah diminta KTP dan KK. Katanya mau diperbaiki tapi hingga saat ini belum ada kepastian. Malahan sudah sering rumah ini difoto-foto," ucap Rohayati.

Di rumah ini, dia tinggal  bersama satu anak dan satu cucunya. Sedangkan, dua anaknya berada di Jakarta untuk bekerja dan satunya lagi tinggal di Cianjur bersama keluarganya. Kedua anaknya itu memang suka pulang, namun mereka hanya bisa memberikan bantuan ke Rohayati untuk makan sehari-hari saja.

Ketua RT 2, Asep Rohman (60), mengatakan, terkait bantuan untuk rumah Rohayati memang sudah diajukan, namun saat itu ada kekurangan berkas atau persyaratan, sehingga proses perbaikannya harus tertunda.

"Sudah diajukan, tapi waktu itu tidak ada surat program keluarga harapan (PKH), kalau semuanya sudah lengkap mungkin bisa segera diperbaiki," tutur Asep.

Pihaknya belum bisa memastikan, kapan rumah Rohayati akan segera diperbaiki. Sebab, terkait hal itu merupakan kewenangan pihak pemerintah dan hingga saat ini dirinya belum mendapat kepastian lagi.

"Mudah-mudah bisa diperbaiki secepatnya karena rumah itu memang sudah tidak layak huni dan bakal ambruk kalau turun hujan deras dan angin kencang," ucap Asep.