Sabtu, 2 Mei 2020 13:57

Pagar Rumah jadi Tempat Berbagi Ditengah Pandemi Covid-19

Dwi Fitria Ambarina (32) saat menggantungkan sembako yang akan diberikan secara gratis [limawaktu.id]

Limawaktu.id - Aksi sosial ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) diperlihatkan warga Kompleks Rancabali 1 RT 03/02, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi.

Warga bernama Dwi Fitria Ambarina (32) memiliki inisiatif memberikan berbagai kebutuhan pokok secara cuma-cuma alias gratis. Caranya pun cukup unik, dimana ia hanya menggantungkan kebutuhan pokok yang sudah dikemas pada pagar rumahnya.

Pada pagar berwarna biru, perempuan yang aktif di Komunitas Senar itu menggantungkan paket-paket sederhana bertuliskan 'Silahkan Ambil Bagi yang Mau'. Isinya pun beragam, dari mulai beras, sayuran, mie instan hingga telur.

"Isi bungkusannya beda-beda tiap hari. Tapi yang selalu saya selipkan ada masker," ujar Dwi saat ditemui, Sabtu (2/5/2020).

Dwi Fitria Ambarina (32) saat menyiapkan diberikan secara gratis

Ia menceritakan aksi sosialnya menggantungkan sembako itu di pagar rumahnya. Sebelum pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), ibu tiga anak itu aktif bersama Komunitas Senar membagikan nasi bungkus/nasi box kepada yang membutuhkan dengan cara berkeliling.

Namun sejak PSBB berlaku, ia harus mengikuti aturan yang sudah dibuat pemerintah itu. Kemudian Dwi enggan terpaku dengan hanya diam di rumah tanpa berbagi kepada masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

"Saya berpikir bagaimana caranya di rumah aja tapi tetap berbuat sesuatu untuk masyarakat. Akhirnya saya pasang makanan digantung dipagar, siapa aja bisa ambil," ungkapnya.

Akhirnya sejak awal bulan Ramadan 1441 Hijriyah, aksi sosialnya itu dimulai. Dalam sehari Dwi menggantungkan paket sembako sederhanannya antara 6 hingga 20 bungkus.

Kebutuhan belanja sembako itu awalnya dikucurkan dari kantung pribadinya. Namun jika ada yang menitipkan bantuan, ia siap menerimanya untuk disalurkan bagi warga yang membutuhkan.

"Awalnya pribadi, tapi kalau ada donasi saya terbuka jadi bisa lebih banyak kuantiti yang dipajang," ujarnya.

Rencananya, kata dia, aksi sosialnya itu akan dilakukan hingga pandemi virus corona ini berakhir. "Sampai saat ini udah ada 70 lebih yang sudah dipajang, habis. Insya Alloh rencana selama bulan Ramadan, tapi setelah Ramadan masih pandemi masih akan diadakan," pungkasnya.

Lia Marlina (34), salah seorang warga mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan sembako ini. Apalagi sejak pandemi Covid-19 datang, ekonominya sangat terdampak.

"Saya tau dari tetangga, ini baru pertama ambil. Sangat membantu sekali," tuturnya.

Sebelumnya, Lia mengandalkan kiriman uang dari suaminya yang merantau ke luar daerah. Tapi, sejak pandemi virus corona, suaminya ikut terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sehingga kiriman uang pun menjadi tersendat.

"Saya yang tadinya enggak kerja jadi kerja buruh cuci buat makan. Belum lagi harus bayar kontrakan," ujarnya.