Operasional Delapan Bandara Dihentikan Sementara
Limawaktu.id, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan untuk memperpanjang penutupan sementara operasional delapan bandara udara yang terdampak langsung oleh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga pukul 24.00 WIB. Langkah tanggap darurat ini diambil demi menjamin keselamatan mutlak penerbangan nasional.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan ini didasarkan pada hasil koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta evaluasi berkala di lapangan. Berdasarkan pemantauan terbaru, arah angin membawa material abu vulkanik bergeser ke arah timur, yang berisiko tinggi menyumbat mesin jet pesawat dan membatasi jarak pandang.
"Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah. Setiap empat jam, kami bersama pemangku kepentingan penerbangan terus melakukan update kondisi terakhir menggunakan metode paper test di landasan pacu. Karena indikasi sebaran abu vulkanik masih kuat dan berbahaya bagi operasional pesawat, maka penutupan kami lanjutkan hingga tengah malam," ujar Menhub Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers daring dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu, 6 September 2026.
Adapun delapan bandara yang operasionalnya dihentikan sementara meliputi:
1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang)
2. Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
3. Bandara Radin Inten II (Lampung)
4. Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
5. Bandara Budiarto (Curug)
6. Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan)
7. Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat)
8. Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam)
Dudy menyebutkan, Dampak dari kebijakan darurat ini berimbas pada sekitar 150.000 penumpang dari ratusan jadwal penerbangan yang terjadwal. Guna meminimalkan kepadatan massa di terminal udara, Menhub Dudy mengimbau masyarakat terdampak untuk memanfaatkan sistem pengurusan daring.
"Kami meminta para penumpang yang penerbangannya dibatalkan untuk tidak perlu datang ke bandara. Proses pembatalan, penjadwalan ulang (reschedule), maupun pengembalian dana penuh (refund) dapat diurus secara elektronik langsung melalui kanal resmi maskapai masing-masing," tegas Menhub.
Sebagai langkah antisipasi pergerakan logistik dan mobilitas warga menuju wilayah Jawa dan Jakarta, Kemenhub telah menyiagakan beberapa bandara alternatif yang dipastikan aman dari paparan abu vulkanik, di antaranya:
Bandara Internasional Kertajati (Majalengka) — saat ini dilaporkan aman dan sempat sukses mengalihkan pendaratan jemaah umrah.
Bandara Ahmad Yani (Semarang)
Bandara Internasional Juanda (Surabaya).
Selain pengalihan rute udara, pemerintah juga mengoptimalkan angkutan moda transportasi darat dan memastikan jalur penyeberangan laut di Selat Sunda tetap beroperasi normal sebagai katup penyelamat mobilitas masyarakat di tengah situasi krisis ini. Kemenhub menegaskan penutupan akan terus dievaluasi secara dinamis mengikuti arah pergerakan debu vulkanik dan perkembangan cuaca.