Jumat, 17 Januari 2020 11:32

Ongkos Damri Cimahi-BIJB Kertajati Masih Gratis Sampai Agustus 2020, Tapi......

Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang (Tengah) [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Kabar gembira datang dari pelayanan bus Damri jurusan Kota Cimahi ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka. Sebab, pelayanannya masih gratis hingga Agustus mendatang.

Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, kepastian pelayanan gratis itu didapat setelah adanya evaluasi dengan pihak Damri, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa barat dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

"Alhamdulillah diperpanjang untuk pelayanan secara gratis ke masyarakat sampai dengan bulan Agustus 2020," terang Ranto saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Jumat (17/1/2020).

Foto istimewa

Layanan gratis Damri rute Cimindi-BIJB Kertajati sudah ada sejak Agustus, lalu diresmikan September 2019 yang diberlakukan secara gratis. Lima unit bus subsidi bantuan dari Kemenhub RI itu mulai berangkat mulai pukul 02.00 WIB, pukul 06.00 WIB, pukul 11.00 WIB dan pukul 15.00 WIB dari kawasan The Edge, Baros, Kota Cimahi.

"Kalau dari BIJB Kertajati pukul 07.00 WIB, pukul 11.00 WIB, pukul 16.00 WIB dan pukul 22.00 WIB," terang Ranto.

Meski masa gratis diperpanjang hingga Agustus 2020, kata Ranto, pihaknya tetap mengusulkan diperpanjangnya hingga Desember 2020. Usulan itu menurutnya akan dibahas oleh Kemenhub maupun Damri.

"Harapan kami dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi, bisa diperpanjang sampai Desember 2020 ini," ujarnya.

Ranto mengungkapkan, dalam rapat evaluasi juga dibahas perihal unit bus Damri yang digunakan. Saat ini, bus yang digunakan masih ukuran besar. Usulan yang menemuka adalah bus besar itu akan digantikan dengan ukuran yang lebih kecil.

"Karena kita lihat jumlah penumpang 15 rata-rata sekali berangkat, akhirnya untuk menghemat operasional disarankan untuk menggunakan medium long. Tapi kami berharap tetap pakai yang sit 40," ungkapnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga mengusulkan agar pengantar diperbolehkan memanfaatkan bus tersebut meski harus membayar. "Kan selama ini pengantar tidak boleh ikut, tapi kami sarankan tahun ini diperbolehkan meski harus bayar. Seminggu ke depan akan ada keputusannya," pungkasnya.