Senin, 30 Maret 2026 12:42

One Way Ditutup, Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa Kembali Normal

Mneteri Perhubungan Dudy Purwaghandi bersama Kakorlantas Agus Suryonugroho menggelar konferensi pers di Jasa Marga Tollroad Command Center, Senin, 30 Maret 2026. [korlantas.polri.go.id]

Limawaktu.id, Jakarta - Pemerintah resmi menutup rekayasa lalu lintas one way lokal presisi di Tol Trans Jawa pada arus balik Lebaran 2026, Senin (30/3/2026) dini hari. Penutupan ini menandai kembalinya arus kendaraan ke pola normal dua arah setelah periode puncak arus balik terlewati.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan kebijakan one way yang sebelumnya diberlakukan secara bertahap telah berakhir tepat pukul 24.00 WIB.

“Pemberlakuan one way lokal presisi kami nyatakan selesai. Arus lalu lintas kini kembali normal,” ujar Dudy dalam konferensi pers di Jasa Marga Tollroad Command Center, Senin, 30 Maret 2026.

Dia menegaskan,  meski kondisi lalu lintas telah kembali normal, Dudy mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap waspada. Ia menekankan bahwa perubahan dari sistem satu arah ke dua arah membutuhkan kehati-hatian ekstra dari pengendara.

“Kami mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menilai arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan relatif lancar meskipun volume kendaraan meningkat signifikan.

“Arus mudik berlangsung dengan baik. Peningkatan volume cukup tinggi, tetapi tetap bisa kita kelola,” ujarnya.

Sebelum penghentian one way, aparat telah melakukan sosialisasi masif dan sterilisasi jalur untuk memastikan transisi berjalan aman. Rekayasa lalu lintas sebelumnya mencakup contraflow di KM 70 hingga KM 55 Tol Cikampek serta one way lokal bertahap dari KM 263 Tol Pejagan hingga KM 70 Cikampek Utama.

Dari sisi keselamatan, capaian tahun ini menunjukkan perbaikan signifikan. Kakorlantas mengungkapkan angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas turun hingga 30 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, jumlah kejadian kecelakaan juga menurun sekitar 7 persen selama pelaksanaan Operasi Ketupat dan KRYD.

“Situasi tetap terkendali, tidak ada kejadian menonjol. Penurunan ini adalah hasil kerja bersama lintas instansi,” katanya.

Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi cerminan keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan slogan Operasi Ketupat: mudik aman, balik aman, keluarga pun merasa lebih tenang.