Selasa, 7 Juli 2020 21:24

Ngeri! Jalan Renggut Puluhan Nyawa di Cimahi-KBB Sejak Pandemi Covid-19

sebuah truk terguling Tepatnya di Kampung Cijamil, RT 0308, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu. [Foto istimewa]

Cimahi - Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi mendata, hingga Juni 2020 ada 59 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas. Angka jauh lebih banyak dibandingkan dengan angka kematian akibat virus korona wilayah hukum Polres Cimahi yang mencapai 7 orang.

Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas itu terjadi dari 195 kejadian di wilayah hukum Polres Cimahi yang meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu terdata sejak awal tahun hingga pandemi virus korona atau Covid-19.

Kepala Bagian Operasi (KBO) Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi, Iptu Duddy Iskandar mengatakan, dari total puluhan kejadian lalu lintas tersebut, total kerugian materialnya mencapai Rp. 199.000.000.

"Penyebabnya rata-rata karena kelalaian pengendara. Kebanyakan roda dua (sepeda motor)," kata Duddy saat ditemui, Selasa (7/7/2020).

Dikatakan Duddy, angka kecelakaan kebanyakan terjadi di wilayah Bandung Barat. Seperti di Padalarang, Cipatat hingga Cikalong Wetan yang dianggap sebagai daerah rawan kecelakaan.

"Kebanyakan di Bandung Barat di sekitaran Padalarang, Cipatat, Cikalong Wetan," ujar Duddy.

Duddy menjelaskan, untuk mengantisipasi dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, pihaknya kerap memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas kepada semua lapisan masyarakat.

Sebab, beber Duddy, dari setiap kejadian kecelakaan lalu lintas pihaknya langsung melakukan identifikasi dari mulai usia, profesi hingga tempat kejadian. Dari hasil identifikasi itu, barulah pihaknya melakukan Pendidikan Masyarakat (Dikmas).

"Misalnya, usia pelajar nanti masuk ke sekolah-sekolah. Untuk pekerja masuk ke perusahaan-perusahaan. Kita terus lakukan sosialisasi," kata Duddy.

Terakhir, Duddy mengimbau pengendara tetap mematuhi tata tertib dalam berlalu lintas. Para pengendara diminta untuk mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan. Sebab menurutnya, kecelakaan biasanya terjadi akibat pelanggaran.

"Contohnya melampaui batas kecepatan. tidak memperhatikan marka jalan. Untuk itu tetap patuhi peraturan lalu lintas, jangan mengutamakan kecepatan tapi keselamatan," imbuh Duddy.