Kamis, 6 November 2025 17:46

Ngatiyana Ancam Potong TPP PNS yang Tak Berpihak ke Rakyat

Wali Kota Cimahi Ngatiyana sedang memberikan keterangan pers. [Diskominfo Kota Cimahi]

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Siplil Negara (ASN) Pemkot Cimahi terancam terkena potongan jika pegawai yang bersangkutan tidak menjalankan tugasnya untuk melayani masyarakat.

“Saya  minta para ASN Pemkot Cimahi untuk melayani masyarakat dengan baik, jika tidak melayani masyarakat dengan baik nanti kita potong TPP nya,” terang Wali Kota Cimahi Ngatiyana, usai membuka Seminar Kesehatan Mental yang digelar Badan Kepegawaian  dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cimahi, Kamis, 6 November 2026.

Menurut Ngatiyana, meskipun ada pemotongan Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Tunjangan Kinerja (Tukin) tidak ada yang dipotong semuanya  utuh .

Pemotongan TKD yang dilakukan oleh pemerintah pusat, kata Ngatiyana, tidak hanya terjadi di Kota Cimahi tetapi juga berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia, karenanya agar pembangunan tetap berjalan, Pemkot Cimahi melakukan efisiensi anggaran.

“Di Cimahi juga ada pemotongan TKD dari pemerintah pusat, bagi kita itu ada pengaruhnya tetapi tergantung bagaimana kita mengolah anggaran yang ada, tetapi Cimahi Alhamdulillah dengan adanya pemotongan TKD,  masih tetap tegak kokoh. Bahkan kita bisa memperbaiki rumah tidak layak huni sebanyak 304 unit yang anggarannya murni dari dari APBD,  ini salah satunya,” katanya.

Dia menjelaskan, Kota Cimahi masih mampu untuk memberikan gaji terhadap PNS maupun P3K  hingga saat ini, tidak seperti di daerah lain ada P3K yang beberapa bulan belum mendapatkan gaji.

Saat ditanya apakah Kota Cimahi akan menerapkan Work From Home (WFH), Ngatiyana menuturkan, sampai hari ini Cimahi tidak melaksanakan WFH. Bisa saja WFH tapi bagi kota Cimahi kita berikan para pegawai pemahaman jika  tugas ini tidak menjadikan beban jadi ASN juga semangat untuk masuk kantor semangat untuk bekerja  dan akhirnya datang ke kantor.

“Kami cek setiap saat bahkan tidak usah lembur karena pekerjaan harus selesai kadang-kadang jam malam saya cek jam 7 masih ada di kantor kenapa tidak pulang? pekerjaan belum selesai Pak berarti dia bertanggung jawab terhadap tugas ini lah yang kami cek terhadap ASN Cimahi jadi masalah WFH sementara belum kita lakukan karena ASN Cimahi ngin tetap bekerja dengan sebaik-baiknya,” jelas Ngatiyana.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Kota Cimahi Sti Fatonah mengungkapkan, Seminar Kesehatan Mnetal ini dilakukan sebagai rangkaian dari kegiatan hari korpri tahun 2025 ini yang ke 54, dengan sasarannya adalah seluruh ASN.

“Jadi yang hadir pada hari ini di gedung A secara langsung itu kurang lebih 100. Dan kami juga sudah memberikan kesempatan kepada 30 OPD termasuk para guru-guru. Hari ini bergabung hybrid baik di Youtube maupun di  Zoom meeting,” ungkap Fatonah.

 “Harapan  kita bahwa sekarang ASN itu menjadi sorotan masyarakat yang harus berkinerja tinggi. Tetapi di lain pihak juga kita berhadap lingkungan yang kompetitif. Maka kita  sebagai ASN harus menjaga kesehatan mental sehingga terjadi keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kinerja dan tuntutan kesejahteraan secara pribadi,” pungkasnya.