Mutu Air Sungai Cibeureum Dikategorikan Tercemar Berat
Limawaktu.id, Kota Cimahi - Status Mutu Air Sungai Cibeureum Kota Cimahi termasuk kategori tercemar berat. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan oleh peneliti Yanfa Irham Hermawan dan Eka Wardhani dari Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung menunjukan, BOD5, COD, TSS, dan fecal coliform merupakan parameter utama penyebab pencemaran sungai. Hampir semua status mutu air Sungai Cibeureum pada berbagai musim dan lokasi memiliki indeks tercemar berat.
“Penelitian ini menganalisis dan menghitung status mutu air Sungai Cibeureum sehingga diketahui tingkat pencemaran yang terjadi di Sungai Cibereum. Metode yang digunakan untuk menghitung status mutu air Sungai Cibeureum yaitu Indeks Pencemaran,” terang Yanfa Irham dalam Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan, dikutip Limawaktu.id, Selasa, 16 September 2025.
Berdasarkan analisis diketahui bahwa BOD5, COD, TSS, dan fecal coliform merupakan parameter utama penyebab pencemaran sungai. Hampir semua status mutu air Sungai Cibeureum pada berbagai musim dan lokasi memiliki indeks tercemar berat.
“ Musim hujan memiliki skor Indeks Pencemaran paling tinggi dibanding dengan musim lainnya, yaitu sebesar 13.67 di bagian hulu, 16.65 di bagian tengah, dan 14.15 di bagian hilir sungai,” katanya.
Sungai Cibeureum merupakan salah satu Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melintasi dua wilayah yaitu Kota Bandung dan Kota Cimahi. DAS Cibeureum berada di Kecamatan Cimahi Selatan melewati Kelurahan Cibeureum, Kelurahan Melong dan berbatasan dengan Kelurahan Cijerah, Kota Bandung.
Kelurahan Cibeureum dan Kelurahan Cijerah memiliki kepadatan penduduk tinggi, yaitu 225 jiwa.ha-1 dan 282 jiwa.ha-1. Sedangkan Kelurahan Melong memiliki kepadatan rendah yaitu 91 jiwa.ha-1. Wilayah tersebut berpotensi memiliki resiko sanitasi terutama terkait pengelolaan air limbah.
Kualitas air sungai dibandingkan dengan baku mutu kelas II Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Terdapat 15 parameter yang dianalisis dimana sample air diambil di 3 lokasi pada musim pancaroba, kemarau dan hujan.
Berdasarkan analisis diketahui bahwa BOD5, COD, TSS, dan fecal coliform merupakan parameter utama penyebab pencemaran sungai. Hampir semua status mutu air Sungai Cibeureum pada berbagai musim dan lokasi memiliki indeks tercemar berat. Musim hujan memiliki skor Indeks Pencemaran paling tinggi dibanding dengan musim lainnya, yaitu sebesar 13.67 di bagian hulu, 16.65 di bagian tengah, dan 14.15 di bagian hilir sungai.
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan BOD5, COD, TSS, fecal coliform dan total coliform merupakan parameter hasil analisis kualitas air yang menjadi faktor utama dalam pencemaran Sungai Cibeureum. Hal ini dilihat dari tingginya konsentrasi hasil pengukuran terhadap baku mutu yang ditetapkan, sehingga sektor domestik menjadi penyumbang pencemaran paling tinggi.
“Selain itu, Sungai Cibeureum memiliki Indeks Pencemaran kategori tercemar berat hampir di seluruh lokasi sampling pada berbagai musim. Musim hujan memiliki nilai Indeks Pencemaran paling tinggi yaitu 13.67 (hulu), 16.65 (tengah), dan 14.15 (hilir) sungai,” pungkasnya.