Modal Pas-passn, Guru Honorer KBB Tergiur jadi Kades
Limawaktu.id - Heri (39), salah seorang guru honorer di SMPN 5 Lembang tergiur ikut dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2019 di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ia terdaftar sebagai calon Kepala Desa (Kades) Cikidang.
Keputusan yang diambil Heri untuk mencalonkan menjadi Kades bukan tanpa pengorbanan. Dengan penghasilan pas-pasan sebagai tenaga honorer, ia harus membagi penghasilannya untuk kebutuhan keluarga dan sosialisasi kepada warga.
"Saya menerima honor mengajar Rp25 ribu perjam. Kalau dirata-ratakan dalam sebulan paling hanya menerima penghasilan sekitar Rp750 ribu. Untuk kebutuhan keluarga, alhamdulillah terbantu dengan membuka kantin di sekolah," ungkap Heri, Rabu (6/11/2019).
Berangkat dari figur seorang guru dan berpengalaman pernah menjadi pengurus desa, ia berharap bisa membawa desanya lebih maju di segala bidang. Terlebih, Desa Cikidang dikenal memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dengan sektor pertanian yang menjadi salah satu unggulan di desa tersebut.
Dia mengaku selama masa pendaftaran hingga penetapan calon, Heri tidak melakukan hura-hura untuk mengundang simpati warga. Sebab materi yang dimilikinya sangatlah terbatas.
"Bisa dibilang, materi yang saya miliki sangat jauh bila dibanding calon lainnya. Bahkan, saya enggak pasang baliho sosialisasi. Modal saya hanya pendekatan ke warga, door to door menyampaikan program ke warga," beber Heri yang menjadi tenaga honorer sejak 2005.
Jelang hari pencoblosan tanggal 24 November mendatang, Heri harus pintar-pintar membagi waktu antara mengajar dan mengenalkan program kepada warga. Karena saking sibuknya, beberapa hari terakhir ini ia hanya bisa beristirahat selama dua jam.
"Dari jam 7.30-14.30 WIB mengajar di sekolah, setelah itu saya ke pasar untuk berbelanja kebutuhan di kantin. Istirahat sejenak, lalu dilanjutkan berkunjung ke warga atau warga yang saya undang datang ke rumah sampai subuh. Saya baru tidur antara jam 3-5 pagi, " pungkasnya.