Miris, Kualitas Air Sungai di Cimahi Terburuk se Jawa Barat
Limawaktu.id, Kota Cimahi – Air Sungai di Kota Cimahi menunjukan kualitas yang buruk dibandingan kabupaten kota lainnya di Jawa Barat. Buntutnya, Kota Cimahi mendapat perhatian khusus dari Kementerian Lingkungan HIdup, dalam hal ini Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa. Lembaga dibawah Kenterian LH tersebut secara khusus menyoroti kondisi kualitas air di Kota Cimahi.
Data yang berhasil dihumpun Limawaktu.id, menunjukan, Kementerian Lingkungan Hidup telah melakukan pengukuran kualitas air sungai di seluruh Kabupaten/Kota se Indonesia. Hal yang sama dilakukan di Jawa Barat dengan melakukan pengukuran di 27 Kabupaten/Kota. Dari pengukuran di 27 Kabupaten/Kota tersebut menunjukan ranking Kota Cimahi itu sejak 2022 sampai 2024 konstan berada di urutan terbawah se Jawa Barat dibawah Kabupaten Bekasi. Yang terjadi di Kota Cimahi itu air sungainya tercemar oleh bakteri E-coli yang bersumber dari kotoran manusia dan kotoran hewan.
Dari penelusuran yang dilakukan diperoleh fakta jika Cimahi tidak memiliki hulu sungai . Hulu Sungai yang ada di Cimahi ini sebagian besar ada di Kabupaten Bandung Barat bagian utara yang mayoritas merupakan kawasan pertanian dan peternakan sehingga pencemaran bakteri e-colinya jadi cukup tinggi ditambah lagi dengan kondisi wilayah Kota Cimahi yang berada di kawasan perumahan dan pemukiman yang padat penduduk , yang disinyalir masih banyak penduduknya yang tidak mengolah limbah domestiknya secara baik dan membuang limbah rumah tangganya ke sungai.
Pencemaran air sungai tersebut terjadi di lima anak sungai yaitu aliran Sungai CIbeureum, Cibaligo, Cibogo, Cisangkan dan Sungai Cimahi yang kualitas airnya tidak baik. Air sungai di Cimahi ini meskipun tidak didominasi warna yang pekat, namun setelah dilakukan penelitian di laboratorium kandungan bakteri e-colinya tinggi.
Kementerian Lingkungan HIdup melalui Badan Pengendalian Lingkungan HIdup Republik Indonesia Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa menerangkan, DAS Citarum merupakan salah satu prioritas nasional yang harus dilakukan pemulihan kondisi dan fungsinya. Jika dilihat dari Indeks Kualitas Air (IKA) pada 10 kabupaten/kota yang berada di DAS Citarum, Kota Cimahi yang termasuk di sub DAS CIhaur berada pada posisi dengan nilai IKA yang paling rendah dengan kategori sangat kurang.
“Dalam rangka pembinaan penerapan instrument perlindungan dan perlindungan kualitas air kepada pemerintah daerah, Pusdal LH Jawa menyelenggarakan pembahasan strategi dan aksi perlindungan dan pengelolaan kualitas air di Kota Cimahi, Pembahasannya dilakukan di Kota Bandung pada 21 Agustus 2025, ” terang Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa, Edward Hutapea, dalam surat tertanggal 12 Agustus 2025.
Sementara itu, dikutip dari JDIH Kota Cimahi, Kepala Dinas Lungkungan Hidup Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengakui jika indeks kualitas air Kota Cimahi merupakan salah satu yang terburuk di Jawa Barat. Melalui Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota, DLH Upayakan Peningkatan Indeks Kualitas Air Di Kota Cimahi Dalam Giat FPD Cimahi dengan mengupayakan peningkatan indeks kualitas air di Kota Cimahi.
“Itu tidak mungkin diselesaikan oleh DLH (peningkatan IKA), disini banyak Proskapim, program dan kegiatan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah terkait,” terang Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Senin 19 Februari 2025.
Menurutnya, kegiatan ini dilakukan untuk mensinkronkan program dan kegiatan yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sebagai tupoksi DLH.
"DLH tidak memiliki indikator Kinerja utama yaitu Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang dihitung dari Indeks kualitas air, indeks kualitas udara dan indeks tutupan lahan”, ucapnya.
Hal ini tidak bisa diselesaikan oleh DLH sendirian, disini banyak Proskapim, program dan kegiatan yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD-OPD) terkait.
Ia juga menjelaskan secara rinci bahwa dengan digelarnya Forum OPD ini, Chanifah ingin mengoptimalkan properti yang ada agar bisa dimaksimalkan, jadi siapa melakukan apa dan OPD yang mana itu harus sangat jelas.
“maka dari itu, dengan keberadaan Bappelitbangda dalam menjahit dan merangkai semua program kegiatan menjadi fokus pada hal-hal yang penting," tutur Chanifah.
Jadi menurutnya, dari DLH sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan indeks kualitas air, karena Indeks kualitas air di Kota Cimahi saat ini bisa dibilang paling jelek se Jawa Barat dan tentu saja ini harus ditingkatkan.