Jumat, 11 Oktober 2019 15:39

Minyak Curah Dilarang Edar Tahun Depan, Begini Respon Pedagang di Cimahi

Khaerudin (44) Pedagang Cilor [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Ragam tanggapan muncul dari para pedagang terkait rencana pelarangan penjualan minyak curah mulai 1 Januari 2020. Rencana itu datang dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebab minyak curah dianggap tidak sehat dan higenis.

Iis (35) salah seorang pedagang kelontong di Kelurahan Citeureup mengaku keberatan jika pemerintah melarang penjualan minyak goreng curah tersebut. Sebab peminat. minyak tersebut masih banyak. Selain itu, harganya cenderung lebih rendah dibandingkan minyak goreng kemasan. "Memang lebih murah, juga bisa beli dengan literan yang sedikit aja buat warga yang uangnya terbatas. Kasihan juga kalau nantinya enggak kebeli minyak goreng kemasan," katanya, Jumat (11/10/2019).

Pandangan berbeda diungkapkan Sri Sunarsih (43), salah seorang penjajak makanan di sekitar Pemkot Cimahi. Ia sama sekali tidak mempermasalahkan pelarangan minyak goreng curah. Sebab menurutnya kualitas minyak curah kualitasnya cukup rendah sehingga bisa mempengaruhi masakan.

"Masak makanan yang dijual bagusnya pakai minyak kemasan, minyaknya awet dan enggak cepat hitam. Mempengaruhi masakan juga," katanya. Menurut Sri, di pasaran banyak beredar bermacam-macam merk minyak goreng kemasan yang membuat harganya lebih kompetitif. "Banyak pilihan, mau yang mahal mau yang biasa aja. Sekarang malah kemasan kecil-kecil juga ada kalau uang kita terbatas," ucapnya.

Khaerudin (44), pedagang cilor mengaku sudah lama tidak menggunakan minyak goreng curah untuk berjualan. Sebab ia resah dengan kualitasnya yang belum teruji. "Malah minyak goreng kemasan juga saya cukup pilih-pilih karena suka ada yang cepat hitam, cepat menyusut," ujarnya.

Khaerudin yang sehari-hari berjualan di depan sekolah bisa menghabiskan tiga bungkus minyak goreng kemasan isi 2 liter. "Goreng cilor ini minyak harus bersih karena digoreng dalam kondisi minyak panas. Jadi, kalau minyak hitam pembeli juga bakal komplain. Kalau dihitung-hitung juga lebih ekonomis harganya," ungkapnya.