Kamis, 29 Januari 2026 14:01

Menteri Pertanian Siapkan Solusi Permanen Longsor Cisarua

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengunjungi lokasi longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua. [instagram]

Limawaktu.id, Bandung Barat –  Pemerintah akan menyiapkan solusi permanen agar bencana seperti yang yerjadi di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat tidak terjadi lagi ditempat lain.

Hal itu diungkapkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, usai meninjau lokasi longsor Cisarua, sambil menyerahkan bantuan darurat untuk keluarga korban.

Menurut Amran, bantuan darurat saja tidak cukup. Kita harus menyiapkan solusi permanen agar bencana tidak berulang. Ke depan, kawasan dengan kemiringan tinggi akan ditata ulang melalui penanaman tanaman tahunan yang berakar kuat, sementara lahan yang landai tetap dimanfaatkan untuk hortikultura,” terang Amran, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurutnya, selain melakukan penanaman berakar kuat, termasuk  melalui skema tumpangsari agar pendapatan petani tetap berjalan. Pertanian harus produktif, tetapi juga aman dan berkelanjutan.

“ Kami turun langsung ke Cisarua, Bandung Barat, untuk menyalurkan 24 truk bantuan bagi masyarakat terdampak longsor. Duka yang dirasakan saudara-saudara kita adalah duka kita bersama. Negara harus hadir cepat, memastikan bantuan pangan dan kebutuhan pokok segera diterima, terutama bagi anak-anak, balita, dan ibu hamil yang menjadi kelompok paling rentan,” kata Amran.

Dia menyebutkan, bantuan berisi pangan siap saji, beras, air mineral, dan kebutuhan pokok lainnya disalurkan untuk membantu 564 jiwa dari 186 KK, termasuk anak-anak, balita, dan ibu hamil sebagai kelompok rentan.

Langkah ini menegaskan komitmen Kementerian Pertanian membangun pertanian yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan pascabencana.

Sementara itu untuk mengembalikan semangat korban terdampak bencama, Dinas Sosial Provinsi  Jawa Barat terus memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para pengungsi longsor di Desa Pasirlangu, KBB. Mulai dari senam ringan, kerja bakti, hingga aktivitas bermain dan menggambar untuk anak-anak, semua dilakukan agar pengungsi kembali merasa aman, tenang, dan bersemangat.

.