Menhub Panggil Manajemen Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi
Limawaktu.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengambil langkah tegas menyusul kecelakaan tragis antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.
Sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh, Dudy memastikan akan memanggil manajemen Green SM untuk dimintai keterangan terkait keterlibatan kendaraan mereka dalam insiden tersebut. Pemanggilan ini sekaligus menjadi langkah awal untuk menelusuri potensi pelanggaran operasional dan aspek keselamatan.
“Dirjen Perhubungan Darat telah kami instruksikan untuk berkoordinasi langsung dengan operator. Evaluasi ini penting untuk memastikan standar keselamatan benar-benar dipatuhi,” ujar Dudy, dikutip Jawa Pos, Selasa, 28 April 2026.
Menurutnya, kecelakaan yang terjadi di kawasan padat mobilitas tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden ini tidak hanya memicu duka mendalam, tetapi juga mengganggu layanan transportasi publik di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Meski demikian, Kementerian Perhubungan belum menyimpulkan penyebab utama kecelakaan. Pemerintah memilih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memastikan analisis dilakukan secara objektif dan komprehensif.
Di sisi lain, pihak Green SM menyatakan kesiapan untuk bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses penyelidikan. Perusahaan menegaskan komitmennya terhadap keselamatan serta akan mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh otoritas terkait.
Langkah cepat pemerintah ini diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara transparan sekaligus memperkuat sistem pengawasan transportasi, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.