Minggu, 8 November 2020 17:11

Membangun LSM Musik Lewat Cimahi Rock 90

Cimahi - Maraknya penyanyi atau musisi asal Kota Cimahi yang pernah mewarnai blantika musik di tanah air menjadikan motivasi bagi para praktisi musik di Kota Cimahi yang pernah berkiprah khususnya di genre rock.

Lewat  Cimahi Rock 90, sebuah komunitas yang dibentuk oleh para musisi asal Cimahi yang pernah dikenal di tanah air, sejumlah musisi ini akan menggelar silaturahmi dan saresehan musik rock, yang akan digelar pada Januari 2021.

Pembina Cimah Rock 90 DR (HC)  Rik Suseno SP Utomo menyebutkan,  beberapa grup siap untuk tampil dalam reuni pemusik rock  Cimahi pada 2 Januari 2021 tersebut dan selama 25 tahun mereka masih utuh.

“Kami melakukan komunikasi sesama  musisi dan Pemerintah Kota Cimahi merespon dilakukannya  reuni Cimahi Rock 90 ini,” sebut dia, disela latihan bersama yang digelar di Kafe Anggrek Jl. Sukaresmi Cimahi Utara, pada Sabtu (7/11)

Dikatakan Seno, apa yang digagas oleh komunitas Rock 90 ini disambut baik oleh pemerintah, bahkan dari pihak pemerintah meminta agar komunitas ini dibentuk sebuah lembaga yang tercatat di kesbang.

“Jika hal ini bisa diwujudkan, akan menjadi satu-satunya LSM yang bergerak dibidang musik  di Indonesia,” katanya.

Nantinya, Cimahi Rock akan melakukan fungsinya dalam menghibur masyarakat, sehingga akan mendorong keinginan pemerintah untuk mendukung kepariwisataan di Kota Cimahi. Selatan Cimahi Rock 90 ini menjadi gairah baru para  musisi Cimahi yang pernah menunjukan eksistensinya di dunia musik tanah air.

“Kita membangun komunitas agar terjadi regenerasi bagi adik-adik kami dijalur musik,” paparnya.

Tak hanya itu, kata Seno, dampak dari Reuni Cimahi Rock 90 akan kelihatan apakah ada grup-grup baru dari generasi muda, untuk membangkitkan kembali karya para musisi Cimahi.

“Setelah  dibentuk sebuah lembaga, dibutuhkan bekerjasama dengan jaringan lain sehingga bisa lebih padu lagi, seperti bekerjasama dengan media televisi atau yang lainnya. Kita akan kerjakan agar memiliki daya jual untuk kehidupan para musisi yang sudah menginjak remako (remaja kolot),” pungkasnya.