Jumat, 11 Oktober 2019 11:23

Melihat Cagar Budaya yang Terbengkalai di Lembang

Cagar Alam Taman Junghuhn, Jumat (11/10/2019). [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Kondisi Taman Junghun kian memprihatinkan, terbengkalai bahkan tak terawat. Padahal, taman yang terletak di Kampung Junghuhn, RT 04/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk salah satu cagar budaya. Secara kasat mata, kondisi taman tersebut saat ini terlihat sudah tidak tertata, bahkan hanya tampak seperti kebun biasa yang banyak sampah dan daun-daun kering yang beserakan di sekitar taman.

Selain itu, sebuah makam yang berada di sekitar taman juga bagian temboknya sebagian sudah hancur.  Namun sejauh ini belum ada informasi jelas terkait keberadaan makam siapa yang ada di taman tersebut. "Taman ini sudah lama terbengkalai, setahu saya kurang lebih ada sekitar 10 tahun kondisinya seperti ini (tak terawat)," ujar warga sekitar Oting (68) saat ditemui di Cagar budaya Taman Junghuhn, Jumat (11/10/2019).

 Cagar Alam Taman Junghuhn, Jumat (11/10/2019).

Menurut cerita yang beredar dikalangan warga sekitar, taman tersebut sengaja dibangun sebagai bentuk penghargaan terhadap ilmuwan, doktor, botanikus, geolog, dan ahli bumi asal Belanda bernama Franz Wilhelm Junghuhn. Bukti itu diperkuat dengan adanya tugu di taman yang bertulisan Franz Wilhelm Junghuhn yang lahir di Mansfeld atau Magdeburg 26 Oktober 1809 dan meninggal di Lembang pada 24 April 1864.

Taman ini lokasinya sangat dekat dengan rumah warga, namun warga tetap merasa nyaman meski kondisi taman tersebut tidak terawat, hanya saja warga khawatir ada pohon tumbang ketika musim hujan tiba. "Suka ada dari polisi hutan (Polhut) yang membersihkan taman ini dua minggu satu kali dan warga juga suka gotong royong ikut membersihkan," tuturnya.

Menurutnya, dulu taman ini sangat asri, bersih dan tertata, sehingga sangat nyaman untuk dijadikan taman rekreasi keluarga, sehingga ia berharap taman tersebut kondisinya bisa seperti dulu lagi. "Saya kan sejak kecil disini, jadi tahu kondisi taman ini dulunya bagaimana. Dulu tidak seperti ini, tapi sangat bersih dan asri," kata Oting.

Ketua RT 04, Ayi Mahfud membenarkan taman tersebut sejak lama tidak terawat, bahkan jaman dulu kerap digunakan oleh pemuda untuk melakukan hal yang negatif karena tidak ada penjaganya. "Tapi kalau sekarang sudah enggak, paling hanya digunakan oleh pemuda untuk nongkrong-nongkrong biasa," terangnya.

Ia berharap ada penataan taman tersebut dari pihak terkait terutama untuk pohon-pohon yang sudah tua untuk ditebang, kecuali pohon Kina yang dilindungi dan dilarang untuk ditebang. "Seharusnya pohon yang sudah tua ditebang dan di dalam tamannya dibersihkan agar tidak terbengkalai seperti ini," tandas Ayi.