Kamis, 17 September 2026 9:22

Mangkrak Hampir 10 Tahun, Warga Utama Desak Pembangunan Lapang Krida Dituntaskan

Warga Kelurahan Utama beraudensi dengan Kejaksaan Negeri Cimahi terkait dengan mangkraknya pembangunan Lapang Krida Utama, Senin 14 September 2026. [Istimewa]

Limawaktu.id, CIMAHI — Masyarakat Kota Cimahi yang diwakili oleh Ketua LSM Masyakarakat Terpadu (Master) Nunu Nugraha mendesak Pemerintah Kota Cimahi untuk segera menuntaskan pembangunan Lapang Krida Utama yang dinilai telah mangkrak selama hampir 10 tahun . Terhentinya pembangunan fasilitas olahraga ini merugikan pembinaan atlet lokal sekaligus menimbulkan dampak sosial bagi generasi muda di wilayah tersebut

Menurut Nunu, akibat mangkarknya pembangunan Lapang Sepakbola Krida Utama tersebut, berdampak pada pembinaan Sepak Bola dan Generasi Muda

“Akibat tidak kunjung selesainya pembangunan lapangan, kegiatan pembinaan sepak bola terputus selama kurang lebih sembilan tahun . Tanpa adanya fasilitas yang memadai untuk menampung aktivitas positif, anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar menjadi lebih rentan terhadap dampak negatif kecanduan gawai (gadget),” katanya, Kamis, 17 September 2026.

Dia menjelaskan,  secara historis, pembinaan sepak bola di daerah ini pernah berhasil melahirkan sumber daya manusia berprestasi yang kini mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), lahirnya pemain Persib  seperti Kosasih dan beberapa figur lainnya .

“ Sesuai amanat Undang-Undang Olahraga, pemerintah seharusnya menambah dan memperluas fasilitas olahraga bagi masyarakat, bukan justru menghilangkannya . Persoalan Lapang Krida Utama juga menyoroti adanya ketidaksesuaian pelaksanaan dengan Berita Acara yang telah dibuat tahun 2015,” jelasnya.

Dia menyebutkan, dalam dokumen kesepakatan tersebut, tercantum janji bahwa lapangan pengganti Krida Utama harus sudah dibangun terlebih dahulu sebelum dilakukannya pembangunan proyek Technopark . Namun pada kenyataannya, kondisi di lapangan terjadi sebaliknya.

“ Technopark dibangun terlebih dahulu, sementara Lapang Krida Utama ditinggalkan dalam kondisi mangkrak hingga saat ini,” sebutnya.

Nunu melanjutkan, untuk mempercepat realisasi pembangunan, warga memberikan usulan teknis agar tanah hasil galian dari proyek underpass dapat dimanfaatkan untuk menguruk dan meninggikan area Lapang Krida Utama .Desakan ini terus dikawal oleh unsur pemerhati masyarakat, di antaranya organisasi Master serta Sadena di bawah pimpinan Mulyana

Rangkaian audiensi telah dilakukan secara berulang kali dengan berbagai pihak sejak lama, dan kini warga siap menunjukkan bukti-bukti rekam jejak audiensi serta Berita Acara resmi untuk menagih komitmen Pemkot Cimahi. Bahkan, Senin, 14 September 2026 pihaknya sudah melakukan audensi denggan Kejaksaan Negeri Cimahi terkait dengan mangkraknya pembangunan Lapang Krida Utama ini.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Dani Bastiani belum memberikian penjelasan. Saat dihubungi Limawaktu.id, yang bersangkutan belum merespon panggilan telpon.

.