Lumpur jadi Sajian Menyedihkan Warga Pajagalan di Awal Tahun
Limawaktu.id - Awal tahun baru 2020 ini terasa sangat menyedihkan bagi warga Kampung Pajagalan RT 05/02 Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pasalnya, rumah-rumah mereka terdampak banjir bandang pada Selasa (31/12/2019) sore.Banjir itu dibebaskan robohnya benteng yang menjadi pembatas antara pemukiman dengan sungai.
Akibatnya, luapan air yang sangat deras menerjang pemukiman warga. Semua rumah warga terdampak dari mulai perabotan, peralatan elektronik, pakaian hingga dinding rumah jebol.
Berdasarkan pemantauan pada Rabu (1/1/2020), warga dibantu relawan dari berbagai elemen membersihkan rumah-rumah dan barang-barang yang tersisa dengan alat seadanya. Termasuk mencuci pakaian yang masih bisa digunakan.
"Iya tanggul jebol jadi airnya masuk ke sini. Ada seleher saya tingginya. Kamar di rumah ada 2 jebol semua," kata Julaeha saat ditemui di lokasi.
Dikatakannya, saat air masuk ke pemukiman hampir semua warga sedang berada di rumah. Sebab saat itu memang kondisi sedang hujan besar.
"Tiba-tiba air masuk kenceng, semua warga langsung pada lari ke atas. Kalau barang-barang semuanya kena banjir. Ada juga yang hanyut," terangnya.
Cucun (29), warga lainnya menuturkan, ia dan keluarganya saat ini hanya bisa membersihkan barang tersisa seperti pakaian, sambil mengharap bantuan datang dari berbagai pihak.
"Untuk sementara ini butuh bantuan pampers, susu sama obat-obatan buat anak-anak. Makanan juga. Belum ada bantuan," tuturnya.
Ia mengatakan, peristiwa banjir ini merupakan yang kedua kalinya. Namun, banjir di penghujung tahun tepatnya saat malam pergantian tahun ini sangat parah.
"Kalau gak salah tahun 2002 juga udah pernah. Tapi baru ini yang parah," katanya.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara menyebutkan, dampak kerusakan (die) Kampung Pajagalan cukup parah dibandingkat lokasi lainnya. Meski belum dihitung, kerugian ditaksir cukup besar.
"Kerugian di Pajagalan paling besar. Besok kita rapat dengan BPBD, PUPR, Dinas LH terkait bencana ini," katanya.
Untuk sementara, pihaknya akan membuatkan tanggul untuk menahan air agar tidak kembali masuk ke pemukiman warga.
"Dapur umum juga sudah ada dari Dinas Sosial," ucapnya.