Sabtu, 2 Mei 2020 11:45

Lelaki Milenial Produktif Penular Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan pers. [Humas Jabar]

Limawaktu.id- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan dari data yang ada, para penular COVID-19 adalah lelaki milenial yang produktif. Dari total kasus positif COVID-19 di Indonesia, 60 persennya menjangkiti kaum pria dengan rata- rata usia 50 tahun ke atas karena makin tingggi usia makin rendah imunitas.

"Kepada para lelaki yang milenial, kalau mau COVID-19 ini beres, dapat bisnis lagi, hayu kita repot sama- sama di PSBB Jabar,” kata Emil, saat menjelaskan rencana PSBB se Provinsi Jawa Barat mulai 6-19 Mei 2020, pada Jum'at (1/5) malam.

Meski demikian, kata Emil, Tren penularan Covid-19 mengalami penurunan sebagai dampak positif PSBB di berbagai kawasan seperti DKI Jakarta, Bodebek, Bandung Raya, serta kawasan lain di Pulau Jawa.

Lompatan kasus akibat kasus positif impor (imported case) karena hilir mudik warga yang mudik dari zona merah saat ini sedang menurun. Ditambah semangat warga khususnya Jabar tren kedisiplinannya sedang bagus.

Dikatakannya, pada Rabu lalu, penambahan kasus positif di Jabar 50 orang dan sehari setelahnya atau Emil menambahkan, mobilitas kalangan millenial produktif terbilang masih tinggi padahal daerahnya sedang merapkan PSBB.

” Hari ini, Jum’at positif di Jabar adalah nol, ndak ada, zero,” sebut  Emil.

Emil berharap semua pihak menyukseskan PSBB Provinsi untuk mempercepat penanganan COVID-19 yang akan dimulai Rabu depan (6/5/20), maka warga Jabar bisa seirama, bisa satu gerakan, satu komando, penguncian wilayah, sehingga tren yang turun ini bisa dimaintenace.

Menurut Emil, berdasarkan survei PSBB di Bodebek dan Bandung Raya, pergerakan manusia masih tercatat 50 persen. Sehingga pada PSBB Jabar, bupati/wali kota sudah satu visi dengan Gubernur untuk menargetkan pergerakan manusia hanya 30 persen.

Hingga kini di Jabar tidak ada kasus positif COVID-19 yang menjangkiti anak usia sekolah. Hal ini disebabkan anak - anak sekolah mematuhi kebijakan sekolah agar bersekolah di rumah dan selama itu tidak main ke mana - mana.

“Yang positif COVID-19 hampir tidak diketemukan di anak sekolah. Ini mengindikasikan anak sekolah adalah kelompok masyarakat paling disiplin, nurut ke orang tua dan guru. Kalau mau COVID-19 ini beres, tirulah kedisiplinan anak- anak sekolah,” serunya.

Menurutnya, kunci keberhasilan PSBB Jabar sekarang ada tiga, yakni disiplin, tes masif (RDT/PCR), dan pengayatan Ramadan. “Kami meyakini ada hikmahnya di bulan Ramadan.

Karena masyarakat lagi banyak di rumah untuk ibadah, imannya tinggi, rajin ibadah imunitas naik. Insyallah hal -hal positif tadi bisa kita dapatkan. Di bulan Ramadan ini pemudik dilarang sehingga kami tidak mendapati kasus-kasus impor lagi,” pungkas Kang Emil.