Senin, 26 Oktober 2026 10:33

Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Perkuat Data dan Pengelolaan Media Digital Kwarcab

Pusdatin Gerakan Pramuka Jawa Barat menggelar rapat koordinasi pendataan anggota Pramuka dengan di Pusdiklatda Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, Minggu (25/10/2026). [Istimewa ]

Limawaktu.id, Sumedang  – Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Barat menggelar rapat koordinasi pendataan anggota Pramuka dengan tema “Optimalisasi Pendataan dan Pengelolaan Media Digital Kwartir Cabang se-Jawa Barat” di Pusdiklatda Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 27 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Barat sebagai upaya memperkuat pengelolaan data sekaligus kapasitas komunikasi digital organisasi.

Kepala Pusdatin Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Barat Irfan Paturohman mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk merapatkan barisan, menyatukan langkah, dan memperkuat fondasi organisasi di era digital. Menurutnya, optimalisasi pendataan anggota dan pemanfaatan Aplikasi AyoPramuka Kwarnas menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola organisasi yang kuat.

“Tata kelola organisasi yang kuat harus dimulai dari data yang akurat. Karena itu, kami meminta seluruh Kwarcab mengoptimalkan pendataan anggota secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Irfan, Seninm 26 Oktober 2026.

Irfan menjelaskan pendataan harus menjangkau seluruh lini organisasi, mulai dari Gugus Depan sebagai ujung tombak Gerakan Pramuka hingga tingkat Kwarcab. Data tersebut mencakup seluruh anggota muda, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega, serta anggota dewasa yang terdiri atas Pembina, Pelatih, dan Pengurus.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Kwarda Jawa Barat akan melakukan monitoring secara langsung ke Kwarcab. Irfan juga meminta penggunaan Aplikasi AyoPramuka Kwarnas yang telah berjalan di masing-masing Kwarcab terus dimaksimalkan.

“Validasi data harus dilakukan secara terus-menerus agar data yang tersimpan berkesinambungan dan dapat menjadi acuan tunggal dalam penyusunan program serta pembinaan keanggotaan di Jawa Barat. Kwarda juga akan turun langsung ke Kwarcab untuk memonitor proses pendataan tersebut,” ujarnya.

Selain penguatan data, Irfan menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan media sosial resmi Kwarcab. Di tengah keterbukaan informasi, media sosial dinilai menjadi wajah organisasi yang perlu dikelola secara terencana dan profesional. Setiap Kwarcab didorong memiliki kalender konten, tata kelola visual yang rapi, serta strategi komunikasi yang interaktif.

“Tampilkan karya, bakat, kegiatan, dan pengabdian anggota Pramuka kepada masyarakat secara konsisten dan profesional. Media sosial harus menjadi ruang untuk memperkuat branding dan citra positif Gerakan Pramuka agar tetap relevan, menarik, dan menginspirasi generasi muda,” tutur Irfan.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehumasan, Komunikasi, dan Digital Kwarda Jawa Barat Iip Hidayat menyoroti pentingnya pembangunan dan penguatan website Kwarcab se-Jawa Barat. Menurutnya, website merupakan pilar utama dalam penguatan pemberitaan sekaligus literasi digital organisasi.

“Website adalah pilar utama penguatan pemberitaan dan literasi digital Gerakan Pramuka. Ini menjadi target prioritas Komisi Komunikasi dan Digital Kwarda Jawa Barat yang harus diturunkan hingga tingkat Cabang. Melalui website resmi setiap Kwarcab, informasi dan pemberitaan kegiatan Pramuka dapat tersaji secara cepat, akurat, dan terpercaya,” ujar Iip.

Ia menambahkan, sinergi pemberitaan antara Kwarda dan Kwarcab akan memastikan setiap jejak kebaikan dan prestasi Pramuka di daerah dapat diketahui publik secara lebih luas. Penguatan website juga diharapkan melengkapi pemanfaatan media sosial sehingga informasi tidak hanya cepat tersebar, tetapi memiliki sumber rujukan resmi yang dapat dipercaya.

Iip menegaskan, penguatan data, media sosial, dan website perlu dilakukan secara bersamaan.

“Data yang presisi, media sosial yang terkelola dengan baik, serta saluran berita yang kuat adalah kunci agar Gerakan Pramuka Jawa Barat semakin solid, adaptif, dan berdaya saing di era digital,” pungkasnya.(*).