Selasa, 6 Agustus 2019 13:39

Krisis Air Bersih di Cimahi Meluas

Air Bersih [ Ferry Bangkit Rizki]

Limawaktu.id - Akibat kemarau berkepanjangan, wilayah terdampak krisis air bersih di Kota Cimahi semakin meluas. Hingga pekan ini, tercatat ada 20 Rukun Warga (RW) dari 11 kelurahan yang mengalami kesulitan air bersih.

Dampak kemarau itu terlihat berdasarkan data permintaan air bersih yang masuk pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Air Bersih Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi.

"Karena krisi air bersih mungkin makin bertambah, kemungkinan tahun ini akan panjang. Kita siap-siap," ujar Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Selasa (6/8/2019).

Dikatakannya, daerah yang mengalami krisis air bersih itu kebanyakan bersumber dari artesis dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Untuk mengantisipasi krisis air bersih selama musim kemarau, kata Nur, pihaknya sudah menyiapkan bantuan air bersih bagi seluruh warga Kota Cimahi. 

"Sekarang mulai musim kemarau ini pasokan air kurang terutama yang dilayani PDAM, kita sudah mulai kekeringan sehingga mulai kita pasok," ujarnya.

Sejak kemarau panjang yang berdampak pada krisis air bersih, suplai air yang dipasok dari Sistem Pengelola Air Minum (SPAM) UPT Air Bersih Kota Cimahi rata-rata mencapai 40 tangki per minggu, atau rata-rata per hari dua rit untuk setiap wilayah terdampak.

"Kalau per tangkinya itu isinya 5000 liter," ucap Nur.

Ia memastikan, ketersediaan air bersih SPAM yang berlokasi di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah masih aman untuk menyuplai kebutuhan air bersih. Termasuk mengirim bantuan ke wilayah terdampak krisis air bersih.

"Kalau SPAM masih oke, kita produksi air masih bisa," terangnya.

Terpisah, Kepala UPT Air Minum DPKP Kota Cimahi, Dede M Asrori mengatakan, secara keseluruhan pihaknya siap menyuplai air bagi masyarakat yang membutuhkan air.

"Suat surat RW, diketahui kelurahan nanti diajukan. Kita langsung aja perngirim," ucap Dede.


Berikut wilayah yang terdampak krisis air bersih di Kota Cimahi. Data didapat dari jadwal permintaan air bersih yang masuk ke UPT Air Minum DPKP Kota Cimahi.

1. RW 07 Kelurahan Cibabat
2. RW 04 dan 08 Kelurahan Cibeber
3. RW 01 dan 04 Kelurahan Cimahi.
4. RW 12 dan 15 Kelurahan Leuwigajah
5. RW 11 dan 12 Kelurahan Pasir Kaliki
6. RW 06 Kelurahan Cigugur Tengah
7. RW 06, 09 dan 15 Kelurahan Setiamanah
8. RW 24 Kelurahan Melong
9. RW 08 dan 13 Kelurahan Utama
10. RW 12, 18 dam 22 Kelurahan Cipageran
11. RW 04 Kelurahan Baros.

*Catatan:dari setiap RW yang terdata, tidak semua wilayahnya terdampak krisis air bersih.