Minggu, 23 Agustus 2026 19:58

Korban Gempa NTT Tembus 91 Jiwa, BNPB Peringatkan Potensi Gempa Susulan

Kondisi kerusakan rumah yang terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peoza Karamba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, [BNPB Indonesia]

Limawaktu.id, Jakarat – Korban jiwa akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia kini telah mencapai 91 orang, meningkat empat jiwa dibanding laporan hari sebelumnya. Selain itu, tercatat 1.286 warga mengalami luka-luka akibat bencana ini.Plt.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers pada Minggu (23/8/2026), menyampaikan bahwa sebaran korban meninggal mencakup tujuh kabupaten/kota. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah terdampak paling parah.

"Sebanyak 91 jiwa meninggal dunia, bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya," ujar Berton, dikutip Viva.co.id, Minggu, 23 Agutus 2026.

Rincian Sebaran Korban dan DemografiBerdasarkan data resmi BNPB, berikut adalah sebaran korban meninggal dunia di wilayah NTT:Kabupaten Manggarai: 32 orang, Kabupaten Manggarai Timur: 31 orang, Kabupaten Nagekeo: 14 orang, Kabupaten Sikka: 6 orang, Kabupaten Ngada: 5 orang Kabupaten Ende: 2 orang, Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang.

Dari total 91 korban jiwa tersebut, secara demografi terdiri dari 48 korban perempuan, 40 laki-laki, dan 3 korban lainnya masih dalam proses identifikasi identitas. Berdasarkan kelompok usia, korban didominasi oleh kelompok rentan yakni 39 lansia, diikuti oleh 35 orang dewasa, 12 anak dan remaja, 4 batita, serta 1 balita.

Penyebab Kematian dan Ancaman Gempa SusulanBNPB mengungkapkan bahwa mayoritas korban meninggal akibat dampak langsung dari guncangan gempa.

"Lebih dari separuh korban meninggal akibat dampak langsung gempa, termasuk tertimpa bangunan yang roboh. Sedangkan sisanya 49 persen meninggal disebabkan dampak tidak langsung," jelas Berton.

Situasi di lapangan hingga saat ini dinilai belum sepenuhnya aman. Aktivitas seismik di wilayah NTT masih sangat tinggi dengan catatan 5.688 kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi. Magnitudo gempa susulan bervariasi dengan yang terbesar mencapai M 6,2 dan terkecil M 1,1.

Khusus pada hari Minggu saja, warga merasakan setidaknya 130 kali getaran susulan.BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena rangkaian gempa susulan ini diprediksi masih akan berlanjut dalam waktu dekat. Karakteristik gempa susulan yang terjadi saat ini menunjukkan pola temporal yang cukup kompleks

."Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat berlangsung sekitar 3 hingga 4 minggu sejak gempa utama," pungkas Berton.