Kilat! DPR Resmi Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Limawaktu.id, JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui pemberhentian Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan mengangkat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Keputusan ini diambil secara aklamasi dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Langkah estafet kepemimpinan Korps Bhayangkara ini bergulir cepat setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R57/Pres/09/2026 ke meja pimpinan parlemen.
Sebelum Surpres pemberhentiannya dibacakan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih menjalankan tugasnya mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis pagi.
Dalam momen tersebut, Jenderal Listyo Sigit tampak berbincang akrab dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelum posisinya resmi digantikan. Langkah pemberhentian ini disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi di tubuh Polri.
Proses pergantian pimpinan tertinggi Polri ini berlangsung efisien dan tanpa interupsi berarti. Komisi III DPR RI langsung menggelar fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) setelah menerima mandat dari Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, memimpin langsung jalannya sidang.
Hasil dari uji kelayakan tersebut langsung dibawa ke forum Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Seluruh fraksi secara bulat menyatakan setuju atas pengangkatan Komjen Suyudi, yang sebelumnya Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dalam paparannya di hadapan anggota dewan, Komjen Suyudi Ario Seto menekankan pentingnya reformasi internal. Ia mengakui bahwa transformasi kultural di tubuh kepolisian masih belum berjalan optimal dan berjanji akan membawa paradigma baru.
"Semakin besar kewenangan yang diberikan, semakin tinggi pula tanggung jawab yang mesti dijalankan secara benar. Kami akan mendorong kedekatan kepolisian yang humanis dengan masyarakat," ujar Suyudi.