Kesaksian Pemilik Ternak Saat Domba Miliknya Diterkam Ajag di Gununghalu
Limawaktu.id - Ale Sulaeman (29), warga Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkapkan peristiwa pembantaian domba miliknya yang dilakukan oleh ajag atau anjing hutan.
Ia mengatakan, domba miliknya tewas mengenaskan di dekat kandang. Dari lukanya, terdapat luka bekas cakaran dan cabikan di perut domba miliknya tersebut. Terlihat organ dalam ternak tersebut menyembul dari luka-luka tersebut.
"Punya saya satu ekor, punya tetangga saya dua ekor yang dimangsa," kata Ale saat dihubungi, Kamis (9/1/2020).
Ia tidak mengetahui secara pasti bagaimana hewan yang memangsa masuk ke dalam kandang yang telah ia tutup rapat-rapat. "Tapi terlihat makhluk itu menggigit dan menyeret ternak saya keluar dari kandangnya, hampir semua ternak di kampung saya dimangsa," ujarnya.
Sebelumnya, warga Gununghalu dibuat resah dengan aksi kawanan ajag atau anjing hutan. Puluhan hewan ternak warga dimangsa jantung dan jeroannya dalam rentang dua bulan terakhir.
Dilaporkan kejadian ini terjadi di beberapa kampung di Desa Bunijaya, seperti Kampung Cihurang, Cadas, Legokbolang, dan Warungkupa.
Tokoh pemuda Bunijaya Gungung Halu Sujatmika mengatakan, ajag tersebut memiliki postur badan yang lebih besar daripada anjing pada umumnya. Rata-rata mereka memangsa domba dan kambing warga yang berada di dalam kandang.
Dari kesaksian pemilik ternak, ujar Gungun, hewan dengan nama latin Cuon alpinus itu beraksi diikuti lebih dari enam anjing lainnya.
"Di kampung saya, Legok Bolang, ada lebih dari empat ekor domba. Katanya ajagnya hanya satu yang galak, tapi diikuti oleh anjing kampung yang ukurannya lebih kecil, lebih dari enam," tutur Gungun.
Sebab sudah banyak hewan ternak yang jadi korban, warga pun menggelar ronda setiap malam. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi serangan dadakan kawanan ajag.
"Warga terutama yang memiliki ternak resah, kami ingin ada pemburu untuk menghentikan serangan ajag," sebutnya.
Warga pun, ujar Gungun, pernah memergoki hewan ini tengah memangsa domba ternak. Ketika itu, warga yang mengejar, mencoba memburu hewan liar itu dengan melemparkan golok.
"Tapi enggak mempan, malah golok yang dilempar melubangi dinding bilik," ucapnya.
Sementara Camat Gununghalu Asep Suherman mengatakan, pihaknya masih memeriksa jumlah hewan ternak yang dimangsa hewan endemik pulau Jawa ini.
"Kami menurunkan staf untuk melihat ke lokasi, baru nanti kami akan tentukan langkah selanjutnya," ujar Asep.