Rabu, 8 Juli 2026 10:34

Kepala SMP Pasundan 7 Bandung: Kepala Sekolah Harus Berpikir Sebagai Orang Tua Siswa

Kepala SMP Pasundan 7 Bandung, Zainal Hakim, S.E., S.Pd., M.Ak [Limawaktu.id]

Limawaktu.id, Kota Bandung - Kepala SMP Pasundan 7 Bandung, Zainal Hakim, S.E., S.Pd., M.Ak., menegaskan bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki cara pandang sebagai orang tua siswa. Dengan pola pikir tersebut, seluruh kebijakan dan program pendidikan akan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi peserta didik, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Hal itu disampaikan Zainal saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Pelita Karya, Sudirman, Bandung, Rabu, 8 Juli 2026.

"Sebagai kepala sekolah kita harus menganggap diri kita adalah orang tua siswa. Orang tua tentu ingin anaknya memiliki ilmu dan akhlak yang baik. Di sekolah berakhlak baik, di rumah juga hormat kepada orang tua dan saudaranya," ujar Zainal.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sekadar mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

Zainal mengapresiasi pandangan Ketua YPDM Pasundan, Prof. Dr. Dadang Mulyana, yang menyebut setiap kepala sekolah memiliki gaya kepemimpinan berbeda dalam membangun kepercayaan masyarakat.

"Apa yang disampaikan Prof. Dadang Mulyana benar, lain koki lain masakan. Setiap kepala sekolah memiliki cara masing-masing untuk memajukan sekolahnya. Yang terpenting adalah hasilnya dapat dirasakan masyarakat," katanya.

Kebersamaan Jadi Kunci

Zainal mengungkapkan, prinsip kerja sama dan kebersamaan menjadi fondasi kepemimpinannya sejak menjabat Kepala SMP Pasundan 12 Sarijadi pada 2015.

Ia mengaku, selama memimpin sekolah tersebut, jumlah peserta didik baru tidak pernah mengalami kekurangan.

"Alhamdulillah sejak 2015 tidak pernah kekurangan siswa. Intinya karena kami menempatkan diri sebagai orang tua siswa. Sekarang orang tua tidak hanya ingin anaknya pintar, tetapi juga memiliki akhlak mulia," tegasnya.

Pendidikan Agama Menjadi Prioritas

Di SMP Pasundan 7 Bandung, langkah pertama yang dilakukannya adalah memperkuat pembinaan ibadah siswa.

Ia sempat menemukan kondisi ketika sebagian siswa masih bermain saat pelaksanaan salat berjamaah di masjid sekolah. Setelah ditelusuri, penyebabnya bukan karena kurang disiplin, melainkan karena banyak siswa belum memahami niat wudu, tata cara berwudu, hingga bacaan salat.

"Kami kemudian membimbing mereka mulai dari niat wudu, tata cara berwudu sampai bacaan salat. Bacaan salat kami latih bersama-sama setiap hari. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, suasana salat berjamaah berubah menjadi jauh lebih tertib," tuturnya.

Menurut Zainal, pembinaan karakter tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas, tetapi harus diwujudkan melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Ia juga kerap mengingatkan peserta didik tentang pentingnya ilmu sebagaimana sabda Rasulullah SAW.

"Barang siapa ingin dunia, maka dengan ilmu. Barang siapa ingin akhirat juga dengan ilmu. Dan siapa yang ingin keduanya juga harus dengan ilmu." Paparnya.

Zainal menambahkan, pengalaman hidupnya menjadi bukti bahwa pendidikan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

"Kalau saya sekarang bisa menjadi kepala sekolah, salah satunya karena memiliki pendidikan dan ijazah. Harta bisa habis, tetapi ilmu akan tetap menjadi bekal hidup," ujarnya.

Buka Kelas Unggulan

Berkat penguatan pendidikan agama, pembinaan akhlak, dan peningkatan kualitas pembelajaran, SMP Pasundan 7 Bandung tetap diminati masyarakat meski lokasi sekolah tidak berada di jalur utama kota.

Bahkan, menurut Zainal, jumlah peminat terus meningkat sehingga sekolah berencana menambah ruang belajar pada tahun ajaran mendatang.

Tahun ajaran ini SMP Pasundan 7 Bandung juga mulai membuka kelas unggulan, meskipun baru satu rombongan belajar.

"Yang kami buka bukan sekolah unggulan, tetapi kelas unggulan. Respons masyarakat sangat baik. Keunggulannya ada pada fasilitas belajar, penguatan teknologi informasi (IT), dan pendidikan agama. Mudah-mudahan tahun depan bisa kami tingkatkan lagi," pungkasnya.