Kemnaker Siapkan Insentif bagi Perusahaan Pendukung Sertifikasi Magang Nasional
Limawaktu.id, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan skema insentif berupa reward dan prioritas akses program bagi perusahaan yang aktif memfasilitasi sertifikasi kompetensi peserta program Magang Nasional (MagangHub). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas lulusan magang agar lebih siap bersaing di dunia kerja.
“Pentingnya integrasi antara program pemagangan dan sertifikasi kompetensi, peserta magang tidak cukup hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga harus memiliki bukti kompetensi yang terstandar dan diakui industry,” terang Menteri Tenaga Kerja Yassierli, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2026.
Menurut Yassierli, pemagangan harus terhubung dengan sertifikasi agar peserta memiliki legitimasi kompetensi yang jelas. Ini penting untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Dari sisi teknis, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas menekankan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjembatani hasil pemagangan dengan kebutuhan riil industri.
Langkah tersebut juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta, baik dalam hal peningkatan keterampilan maupun peluang kerja.
Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyebutkan, Program Magang Nasional sendiri saat ini diikuti sekitar 100 ribu peserta. Untuk Batch I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa magang pada 19 April 2026, menjadi momentum penting evaluasi sekaligus penguatan kebijakan ke depan.
Dalam rangka keberlanjutan program, Kemnaker juga memperluas akses sertifikasi melalui penguatan kerja sama dengan berbagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta mitra industri di beragam sektor. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat penciptaan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Kebijakan insentif ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mendorong keterlibatan aktif dunia usaha dalam pembangunan SDM unggul berbasis kompetensi,” pungkasnya.