Jumat, 24 April 2026 16:44

Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis Program Pemagangan

Menaker Yassierli resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I periode Oktober 2025 – April 2026. Acara penutupan yang digelar di Jakarta pada Jumat (24/4/2026) [Biro Humas Kemnaker]

Limawaktu.id, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I periode Oktober 2025 – April 2026. Acara penutupan yang digelar di Jakarta pada Jumat (24/4/2026) ini menandai berakhirnya masa magang bagi 16.112 peserta yang telah ditempatkan di berbagai sektor industri di seluruh Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menekankan bahwa program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkecil kesenjangan keterampilan (skill gap) di pasar kerja. Menurutnya, pemagangan bukan sekadar formalitas, melainkan investasi pada kesiapan kerja tenaga kerja nasional.

“Kami ingin membangun kesiapan kerja berbasis keterampilan. Pengalaman lapangan yang didapat selama enam bulan terakhir adalah modal berharga untuk bersaing di dunia profesional,” ujar Yassierli.

Sebagai tindak lanjut pasca-program, Kemnaker memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi secara cuma-cuma bagi seluruh alumni pemagangan Batch I. Langkah ini diambil guna memberikan legitimasi formal atas keterampilan yang telah dikuasai peserta selama berada di perusahaan.

“Saya  mengimbau para peserta untuk mempersiapkan diri secara serius dalam menghadapi uji kompetensi yang akan diselenggarakan di Balai Pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” terangnya.

Menurut Yassierli, berdasarkan hasil evaluasi Batch I, Kemnaker mencatat beberapa poin krusial untuk pengembangan program di masa mendatang, di antaranya Pemerataan Wilayah. Kemnaker berkomitmen memperluas cakupan program agar tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, guna memberikan kesempatan setara bagi putra-putri daerah di seluruh pelosok tanah air.

Selanjutnya ada Inklusivitas Program Studi.  Program mendatang akan dibuka bagi seluruh latar belakang pendidikan tanpa terbatas pada jurusan tertentu, serta Penguatan Kemitraan Industri.  Kemnaker tengah mengkaji skema kontribusi perusahaan yang lebih terstruktur. Apresiasi diberikan kepada perusahaan yang telah memberikan pendampingan langsung dan keterlibatan peserta dalam proyek kerja nyata.

“Fokus tahun ini adalah memberikan pengalaman kerja yang substansial. Ke depan, kami akan terus memperkuat skema kemitraan ini agar memberikan dampak yang lebih luas bagi produktivitas nasional,” kata Yassierli.