Senin, 15 Juni 2020 15:57

Kemensos Hadir untuk Warga Terdampak Covid-19 di KBB, Ini Bentuknya!

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Edi Suharto saat Memberikan Bantuan Program 'Kemensos Hadir'. [Foto istimewa]

Bandung Barat - Yayan Hendrayana (53), warga Kampung Rawa Pojok RT 02/06, Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terapaksa harus menjadi pengangguran dadakan saat usaha konveksinya terhenti akibat wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Usaha konveksinya yang dirintis Yayan bersama temannya harus terhenti tiga bulan lalu saat pandemi virus korona mewabah.

Orderan menjahit yang biasanya didapat otomatis terhenti saat pemerintah mengeluarkan berbagai anjuran. Khususnya saat meliburkan belajar di sekolah.

"Saya udah vakum 3 bulan, otomatis enggak ada pendapatan karena enggak ada order," kata Yayan saat ditemui di kediamannya, Senin (15/6/2020).

Saat usahanya masih beroperasi, Yayan bisa mendapat penghasilan Rp 3 juta dalam sebulan. Sangat cukup untuk menghidupi kekuarganya. "Sekarang, saya cuma mengandalkan penghasilan istri ada warung kecil-kecilan. Saya anak 2," ujarnya.

Sebab tidak ada penghasilan, Yayan amat bersyukur ketika mendapat bantuan kebutuhan pokok dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bantuan yang diberinama 'Kemensos Hadir' itu diserahkan langsung oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial pada Kemensos RI, Edi Suharto.

"Iya jelas sangat senang dapat bantuan sembako kaya gini. Mudah-mudahan wabah ini segera beres supaya bisa usaha lagi," kata Yayan.

Dirjen Pemberdayaan Sosial pada Kemensos RI, Edi Suharto mengatakan, Kemensos Hadir ini merupakan bantuan bagi warga yang terdampak Covid-19 di luar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ada 1.000 penerima di KBB yang tercatat akan menerima bantuan tersebut.

"Ada 1.000 warga terdampak yang dapat bantuan Kemensos Hadir. Dampak virus korona ini berantai, ada pengusaha konveksi dan sebagainya," kata Edi.

Dikatakan Edi, pihaknya sendiri memiliki sejumlah skema bantuan bagi warga. Selain Kemensos Hadir, sebelumnya juga ada bantuan rutin seperti Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi warga kurang mampu yang sudah terdaftar dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Khusus BST, terang Edi, pihaknya menargetkan sebanyak 9 juta penerima diseluruh Indonesia (di luar Jabodetabek) bisa menerima bantuan tersebut. BST disalurkan sejak April hingga Juni senilai Rp 600 ribu per bulan.

"Dan rencananya akan melanjutkan sampai Desember, tapi nilainya Rp 300 ribu per bulan. Kalau Kemensos Hadir itu yang belum dapat PKH, BPNT dan BST," tegas Edi