Jumat, 2 Oktober 2026 18:08

Karena Berbagai Faktor, 4000 Anak di Cimahi Tidak Sekolah

Komisi IV DPRD Kota Cimahi melakukan Kunjungan Lapangan terkait Anak Tidak Sekolah, di Kantor Disdik Kota Cimahi, belum lama ini. [Istimewa]

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Ribuan anak di Kota Cimahi yang masuk kategori wajib belajar saat ini tidak sekolah, karena berbagai alasan. Jumlah anak yang tidak sekolah (ATS) tersebut diperkirakan mencapai sekitar 4000 orang.

Penyebab utama Anak Tidak Sekolah (ATS) atau putus sekolah di Kota Cimahi bersifat multidimensional dan didominasi oleh rendahnya minat atau keengganan pribadi anak untuk melanjutkan pendidikan.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Cimahi Ana Julia membenarkan ada ribuan anak di Kota Cimahi yang termasuk kategori ATS tersebut.

“Berdasarkan dashboard ATS dari Kemendikdasmen,  jumlah ATS Kota Cimahi ada 3.947. Data tersebut masih data mentah. Saat ini sekolah masih h melakukan verifikasi dan validasi data,” terang Ana, saat dihubungi Limawaktu.id, Jum’at, 2 Oktober 2026.

Ana menjelaskan, beberapa factor yang menjadikan ribuan anak masuk kategori ATS adalah karena Rendahnya Minat Anak, faktor dominan penyebab anak tidak melanjutkan sekolah mencapai sekitar 28% hingga 38% karena keengganan atau rendahnya motivasi dari diri anak itu sendiri.

Ada juga karena Faktor Ekonomi Keluarga, karena Keterbatasan biaya dan kemampuan finansial keluarga menjadi salah satu pemicu utama anak putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan.“Banyak juga pada masa perpindahan, seperti lulusan SD yang tidak melanjutkan ke SMP atau lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke SMA,” jelas Ana.

Tak hanya itu kata Ana, sebagian anak memilih atau terpaksa bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

“Kasus pernikahan pada usia anak juga tercatat menjadi salah satu penyebab anak berhenti mengenyam pendidikan, termasuk masalah internal atau disharmoni dalam keluarga turut memengaruhi keputusan anak untuk keluar dari sekolah, “ kata Ana.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi Ike Hiklmawati  mengungkapkan, Jumlah ATS di Kota Cimahi, belum lama ini pihaknya melakukan Kunjungan Lapangan ke Dinas Pendidikan Kota Cimahi, dari  4.301 ATS, yang sudah terverifikasi 1524 (734 masuk PKBM) ,  Blm terverifikasi 2777.

“Salah satu penyebab ATS tinggi adalah antara dapodik dengan  EMIS tidak terkoneksi, sehingga  banyak yang sebetulnya pesantren tetapi tercatat tidak bersekolah,” ungkap Ike.

Untuk mengetahui angka pasti tersebut Disdik bekerjasama dengan DP3AP2KB, Dinsos, kecamatan dan kelurahan  terus melakukan verifikasi dan validasi  ATS tersebut. 

“Penyebab anak tidak sekolah tidak hanya terbatas pada masalah ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh    BPB (Belum Pernah Bersekolah), DO (Drop Out/Putus Sekolah), dan LTM (Lulus Tidak Melanjutkan),” kata Ike.

Salah satu penyebab ATS tinggi adalah antara dapodik dengan  EMIS tdk terkoneksi, sehimgga  banyak yang sebetulnya pesantren tetapi tercatat tidak bersekolah.