Kampung Kecil dengan Sejuta Potensi Atlet Arum Jeram
Limawaktu.id - Kampung Cisameng yang berada di Desa Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ternyata merupakan tempat lahirnya bibit-bibit atlet arung jeram yang mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
Kampung Cisameng terletak di sekitar area PLTA Saguling dan PLTA Rajamandala yang merupakan perbatasan KBB dengan Cianjur, Kampung ini relatif kecil, hanya dengan 100 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni kampung tersebut.
Pada tahun 1991, masyarakat yang semula mayoritas bekerja sebagai petani dibuat melek dengan potensi wisata arung jeram di Sungai Citarum Purba yang jaraknya hanya selemparan batu dari kampung tersebut.
"Ketika itu pak Haji Wawan Purwana yang punya Yayasan Kapinis Indonesia datang ke sini. Beliau penjelajah dan melihat potensi wisata arung jeram di sini," terang Doddy Aang Satibi (24), salah seorang atlet arung jeram kelahiran Cisemang, Sabtu (30/11/2019).
Tak lama, wisata arung jeram di Cisemang naik daun seiring dari informasi yang menyebar dari mulut ke mulut. Memang sebelumnya, aliran sungai ini digunakan sebagai sarana latihan militer.
Derasnya air sungai dengan rute berkelok dan panjang, memberi daya tarik tersendiri terutama bagi penggila olahraga adrenalin. "Setelah itu mulai bermunculan warung-warung oleh warga, warga sekitar juga yang tertarik mulai dilatih yayasan untuk menjadi skipper (pengendali perahu)," ungkap Doddy.
Doddy sendiri dipercaya menjadi skipper sejak ia menginjak bangku SMA. Remaja setempat yang terlatih pun mengikuti berbagai lomba dengan bendera Kapinis Indonesia. "Saya juga mulai mengikuti berbagai kejuaraan sejak SMP, saya ikut lomba di HUT Marinir," ujar Doddy yang menyabet medali perak dalam PON 2016 lalu itu.
Doddy sendiri merupakan generasi ketiga yang dilahirkan Kapinis Indonesia. Generasi pertama mereka telah menelurkan gelar juara I untuk nomor sprint serta juara II untuk nomor slalom dan down river race dalam ajang International Rafting Federation (IRF) World Cup Series di Sungai Alas - Aceh pada 2011 lalu.
"Senior kami ada kang Rendi, kang Ruhiyat Otoy, Solihin Unyil, Herman Debleng. Kurang lebih sekarang ada 20-an atlet yang lahir di aliran sungai ini," bebernya.
Taufik Hidayatulloh (18) dan tim dari generasi keempat atlet yang lahir di Cisameng meraih juara kedua IRF di Australia pertengahan tahun ini. "Ketika itu kami kalah tipis dari tuan rumah, jumlah pesertanya dari 21 negara," katanya.
Siswa kelas 2 SMK itu mengaku bersyukur dengan alam yang berada di sekitar kampungnya. "Kalau sekarang aliran sungai agak tenang, lumayan bisa dipakai latihan power," pungkasnya.