Jumlah TKA Asal China di Proyek KCIC KBB Naik Drastis
Limawaktu.id - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebutkan, jumlah Tenaga Asing (TKA) asal China yang bekerja di proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di wilayahnya mengalami peningkatan yang cukup drastis.
Awal Januari 2019, Disnakertrans KBB mencatat baru 112 TKA asal China yang tengah menggarap trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB). Namun saat ini jumlahnya sudah mencapai 670 orang.
"Iya betul, jumlahnya meningkat derastis, mereka melaporkan datanya setiap triwulan atau tiga bulan satu kali. Tapi saya pernah meminta datanya setiap bulan," ujar Kadisnakertrans KBB, Iing Solihin di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (31/1/2020).
Iing mengatakan, mereka tinggal di tempat menetap sementara yang tersebar di beberapa wilayah KBB seperti di Kecamatan Padalarang, Cikalongwetan, Ngamprah, dan beberapa tempat lainnya.
"Mereka itu mencantumkan alamat perusahaan di Jalan Pluit Raya, Kelurahan/Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara," katanya.
Untuk mengantisipasi segala hal yang tidak diinginkan, seperti penyebaran virus corona pihaknya akan terus melakukan pemantauan termasuk pekerja yang sempat pulang atau kembali dari China ke Indonesia.
"Ini perlu sinkorinasi antara pihak terkait mulai dari imigrasi, Dinas Kesehatan dan Disnaker," ucapnya.
Kepala Dinas Kesehatan KBB, Hernawan mengatakan, pihaknya masih melakukan pematangan teknis untuk melakukan general check up atau pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi TKA asal China.
Pemkab Bandung Barat, saat ini sudah melakukan pendataan bagi para jumlah TKA tersebut. Hasilnya jumlah TKA yang bekerja di proyek KCIC wilayah KBB mengalami peningkatan menjadi 670 orang dari yang asalnya hanya 112 orang.
"Untuk pemeriksaan kesehatan bagi TKA teknisnya kami intensif komunikasi dengan Disnakertrans," ucapnya.
Hernawan memastikan, pemeriksaan kesehatan bagi TKA tersebut pasti dilakukan, termasuk meminta laporan medis yang berasal dari perusahaan tempat para TKA tersebut bekerja.
Sebelumnya, Hernawan mengatakan, selama ini, pekerja TKA yang bekerja di KCIC belum pernah menyerahkan hasil general check up, sehingga memang perlu ada pendataan.
"Belum pernah, makanya kita koordinasi dengan Disnaker untuk melakukan pendataan, petugas kami sekarang lagi bergerak ke lapangan," tandasnya.