Jual Rumah Plus Istri, Rumah Novi Ditawar Orang Singapura Hingga Belanda
Bandung Barat - Sejak menawarkan diri siap dipersunting dengan syarat membeli rumahnya di Kampung Cihaliwung Wetan, RT 02/RW 03, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ayu Novi Astiana (31) kebanjiran tawaran baik dari lokal maupun luar negeri.
Sejak berniat menjual rumahnya plus siap dipersunting, ponsel Novi tak henti-henti berdering. Ibu dua anak yang sudah dijatuhi talak oleh suaminya itu setiap harinya
harus meladeni para calon pembeli ataupun para lelaki penggoda yang sekadar iseng.
"Yang pastinya kaget. Kirain teh gak akan seheboh ini. Agak kewalahan juga banyak nomor baru yang masuk. Ada yang sekadar iseng beberapa langsung saya blokir, ada yang nawar-nawar juga," ungkap Novi, Senin (24/8/2020).
Calon pembeli bukan hanya berasal dari dalam negeri yang menawar rumahnya. Tapi ada yang berasal dari Singapura hingga Belanda yang membuatnya lebih kaget.
"Yang nanyain rumah ada dari Belanda ada juga dari Singapura. Yang dari Belanda katanya buat aset, dari Singapura bukan hanya satu orang ada yang lain sama juga katanya buat aset di Indonesia," papar Novi.
Dalam satu hari, ponsel Novi berdering hampir setiap menit. Awalnya, Novi mengaku kewalahan menerima banyaknya panggilan maupun pesan masuk. Terlebih, tidak sedikit nomor asing yang masuk hanya sekadar guyon. Cukup risih dengan itu, akhirnya Novi lebih selektif menanggapi nomor baru yang masuk.
"Tadinya hampir tiap menit handphone gak berhenti-henti bunyi. Tapi sekarang sudah rada mendingan. Saya gak akan angkat sebelum orang yang nawar perkenalkan dirinya dulu via WA," kata Novi.
Novi menjual bangunan rumah dua lantai yang berdiri di atas lahan seluas 52 meter persegi dengan fasilitas 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 dapur. Novi menawarkan rumah miliknya itu seharga Rp250 juta rupiah.
Dari riwayat para penawar, ada berbagai macam harga tawar yang masuk. Dari harga yang jauh di bawah harga yang ditawarkan sampai harga yang hampir dua kali lipat lebih tinggi.
"Mau gak kaget gimana coba mas, ada yang nawar sampai Rp450 juta. Tapi ada syarat tertentu, saya belum bisa terima syarat itu," ujarnya.
Novi juga mengaku, sudah ada calon pembeli yang datang langsung ke rumahnya. Lebih jauh, calon pembeli itu berniat mempersuntingnya. Novi bukan enggan menolak niat baik sang calon pembeli, hanya saja Novi tidak mau dijadikan sebagai istri kedua.
"Yang datang langsung baru kemarin dari Jakarta. Dia mau beli mau nikahin juga tapi dia punya istri, ya saya gak mau. Tapi saya tampung dulu. Targetnya dalam satu bulan ini saya akan lepas," kata Novi.
Sebenarnya Novi tidak menutup kemungkinan jika ada calon pembeli yang dirasa cocok untuk berlanjut ke hubungan lebih serius tanpa harus membeli rumahnya. Yang terpenting baginya, lelaki single yang berniat serius mau bertanggung jawab dan mencintai keluarganya.
"Ada juga warga keturunan China ngontek dia bilang lagi cari pendamping. Dia bilang siap tanggung jawab, banyak juga yang seperti itu. Jika dibandingkan, mungkin lebih banyak yang PDKT dari pada yang nawar rumah," tukasnya.