Rabu, 2 Oktober 2019 14:11

Janji Ajay-Ngatiyana Soal Melong Batal Terealisasi Tahun ini

Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi Wilayah Yang Selalu Terdampak Banjir Disaat Musim Hujan [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Pengentasan banjir Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi kemungkinan besar urung terwujud tahun ini. Sebab Pemkot Cimahi mengakui ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam tahapannya.

Dulu, Pemkot Cimahi memalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi mewacanakan sejumlah cara untuk menuntaskan persoalan banjir Melong. Di antaranya pelebaran aliran sungai di wilayah Cigugur Tengah dan pelebaran saluran di wilayah hilir yakni Melong.

Untuk pelebaran itu, DPKP Kota Cimahi harus membebaskan lahan milik warga di dua wilayah tersebut. Ada sekitar 27 bidang tanah di RW
RW 08 dan 17 Kelurahan Cigugur yang harus dibebaskan. Namun, pembebasan lahan sebagai upaya pengentasan banjir dipastikan gagal direalisasikan tahun ini.

"Saya tidak optimis, jadi pesimis bahkan bisa batal atau gagal pembebasan lahan," kata Kepala DPKP Kota Cimahi, Muhamad Nur Kuswandana saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (2/10/2019).

Ia menjelaskan, permasalahan tak kunjung terealisasinya adalah belum adanya kesepakatan harga dengan pemilik tahan. Dalam negosiasi terakhir, warga tetap menginginkan harga tinggi, jauh di atas harga yang sudah ditetapkan tim appraisal yang sudah melakukan penilaian sesuai kondisi dan lokasi.

"Harga yang diminta masyarakat luar biasa sangat mahal. Targetnya tahun ini, sudah negosiasi tapi buntu," ujarnya. Begitupun dengan pembebasan lahan di Melong. Lahan yang akan dibebaskan di wilayah itu adalah milik perusahaan atas nama Ahin. Namun, penetapan lahannya harus ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat. Dengan permasalahan tersebut, pembebasan lahan juga akan tertunda.

"Sudah ke BKSDA untuk penyampaian di Cimahi butuh penetapan lokasi," ucap Nur. Dengan tertundanya pembebasan lahan tersebut, DPKP Kota Cimahi akan membuat tanggul sepanjang 150 meter dengan ketinggian 1,5 meter di sekitar aliran sungai Melong. Penanganan sementara itu dilakukan agar air saat hujan nanti tidak masuk ke jalan dan pemukiman warga.

"Mudah-mudahan minggu ini mulai pemasangan tanggul di Jalan Suka Haji karean biasanya air lebih tinggi dari tanggul sehingga masuk ke jalan dan RW 02," pungkasnya. Seperti diketahui, penanganan banjir Melong sendiri merupakan janji politik Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna bersama wakilnya Ngatiyana. Janji itu masuk dalam program prioritas Pemkot Cimahi.