Jadi Polemik, Ayam Dicoret dari Daftar Sembako Pemkab Bandung Barat
Limawaktu.id - Pemkab Bandung Barat bakal mengganti komponen bantuan sembako bagi warga yang terdampak ekonominya akibat Corona Virus Disease (Covid-19). Ayam akan dicoret dari paket bantuan.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan,komoditi ayam yang sempat menjadi polemik itu akan diganti dengan bahan makanan yang lebih tahan lama tanpa mengurangi kandungan protein hewani. Hal itu disepakati setelah rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) saat pembahasan perpanjangan Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Barat.
"Semuanya harus diganti dengan yang kuat lama. Hasil rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah pak Kejari dan pak Kapolres juga minta ayam diganti dengan yang kuat lama sampai sebulan atau dua bulan," ungkap Aa Umbara, Rabu (6/5/2020).
Sebelumnya, Panja Percepatan penanganan Covid-19 DPRD KBB juga telah mengingatkan Dinas Sosial untuk mengganti komoditi Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga PSBB, dengan tidak menyertakan ayam beku.
Sebab, sempat ditemukan empat paket sembako berisi ayam busuk yang tak laik konsumsi yang diterima warga Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu.
Bandung Barat sendiri menerapkan PSBB di 7 kecamatan yaitu, Lembang, Parongpong, Ngamprah, Batujajar, Cipatat, Cisarua, dan Padalarang. Di 7 kecamatan itu, setidaknya ada 4.324 Kepala Keluarga (KK) yang berhak menerima bantuan sembako.
Dari sisi dukungan anggaran, Aa Umbara memastikan KBB tak bakal kekurangan. Selain untuk sembako, anggaran untuk pengamanan dan kesehatan telah disiapkan. Total dana yang disiapkan sebesar Rp 225 miliar.
"Anggaran bantuan sosial tak perlu khawatir kita udah ada Rp225 miliar. Dana itu juga buat kesehatan, buat bantuan PSBB, pengamanan, dan banyak lagi," tandasnya