Minggu, 3 Mei 2026 20:14

Indra Lesmana : Jazz Indonesia Kian Adaptif di Era Digital

Musisi Jazz Indonesia Indra Lesmana [Instagram@indralesmana ]

Limawaktu.id, Jakarta — Perkembangan jazz di Indonesia menunjukkan tren positif seiring perubahan lanskap industri musik di era digital. Musisi senior Indra Lesmana menilai, jazz kini semakin inklusif dan mampu beradaptasi dengan selera generasi baru tanpa kehilangan karakter dasarnya.

Menurut Indra, salah satu indikator utama perkembangan tersebut adalah keberanian musisi muda dalam mengeksplorasi lintas genre. Jazz tidak lagi berdiri sebagai aliran yang kaku, melainkan berbaur dengan pop, hip-hop, hingga elektronik.

"Jazz di Indonesia sekarang berkembang ke arah yang lebih terbuka. Anak-anak muda tidak lagi melihat jazz sebagai sesuatu yang eksklusif, tetapi sebagai bahasa musik yang bisa dieksplorasi dengan bebas," ujar Indra.

Ia menambahkan, kehadiran platform digital turut mempercepat pertumbuhan ekosistem jazz nasional. Distribusi musik yang semakin mudah memungkinkan karya musisi menjangkau pendengar lebih luas, bahkan hingga pasar internasional.

Di sisi lain, Indra juga menyoroti pentingnya ruang pertunjukan langsung dalam menjaga dinamika jazz. Festival seperti Java Jazz Festival dinilai tetap menjadi wadah strategis bagi musisi untuk berinteraksi dengan publik sekaligus memperkuat jaringan komunitas.

"Panggung live tetap penting karena di situlah energi jazz terasa nyata. Interaksi antara musisi dan penonton tidak bisa tergantikan oleh platform digital," katanya.

Lebih jauh, Indra mengapresiasi munculnya talenta-talenta baru yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga identitas musikal yang kuat. Hal ini dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan jazz di Indonesia.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Indra Lesmana optimistis masa depan jazz Indonesia akan semakin cerah. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi dan penghormatan terhadap akar tradisi jazz agar genre ini tetap relevan di tengah perubahan zaman.