Selasa, 17 Februari 2026 16:39

Imlek jadi Kesempatan Rieke Perjuangkan Sertifikat Vihara di Cirebon

Rieke Diah Pitaloka, Anggota DPR RI [instagram@riekediahp]

Limawaktu.id, Cirebon - Momen Tahun Baru Imlek menjadi kesempatan bagi anggota DPR RI Rieke Diah PItaloka untuk menyerukan tentang keberagaman, tentang kebebasan beragama dan tentang perjuangan sertifikat tiga vihara di Cirebon.

“Momen tahun baru Imlek selalu mengingatkan kita pada nilai leluhur tentang harapan, kebersamaan, dan keberkahan. Sukacita itu juga pernah kita rasakan ketika tiga sertifikat tempat ibadah di Cirebon akhirnya kembali dan ini menjadi langkah penting dalam menjaga harmoni dan keadilan bagi umat,” ungkap Rieke, di akun Instagramnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Rieke menyebutkan , Ketiga vihara tersebut adalah Vihara Dewi Welas Asih (1595),  Vihara Kelenteng Talang (1415),  Vihara Pemancar Keselamatan (1894). Keberadaan tempat ibadah dilindungi dan dijamin oleh negara, baik melalui sertifikat maupun aktivitas ibadahnya. Tidak seorang pun berhak merampas atau mengganggu hak tersebut.

“Inilah wujud nyata bahwa Indonesia berdiri di atas Pancasila, tanpa membedakan mayoritas atau minoritas, karena kita semua adalah Indonesia,” sebutnya.

Dia menjelaskan, di tahun yang baru ini, mari terus menjaga kehidupan yang harmonis, mempererat persaudaraan, serta saling menguatkan satu sama lain. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk melangkah bersama.

“ Saya hadir kesini sebetulnya memperjuangkan tiga sertifikat dari Vihara Kelenteng Talang, Vihara DB Ulas Asi, Vihara Pemancar Keselamatan, Kami yang mendapatkan wasiat untuk terus menjaga amanat para leluhur kami,” jelasnya.

Menurut Rieke, dari sisi konstitusi keberadaan tiga vihara ini dilindungi dan dijamin oleh negara dari sertifikatnya, dari aktivitasnya.  Tidak boleh siapapun merampas hak dari ketiga vihara ini dan tempat ibadat lainnya di seluruh Indonesia.

Betapa luar biasanya para leluhur kita, para pendiri bangsa kita mempersembahkan yang namanya perbedaan itu bukan alasan untuk berpecah belah. Bahwa perbedaan itu, Bhineka Tunggal Ika  itu adalah kekuatan bagi Indonesia untuk terus bisa berjalan bersama menjadi bangsa yang penuh dengan kebanggaan.