Jumat, 10 Januari 2020 13:21

Hujan Turun Pelanggannya Masih Kesulitan Air Bersih, Perumda Tirta Raharja:Kita Rebutan Sumber Air

warga Kelurahan Leuwigajah Saat Antre Mengisi Air Bersih [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Meski seluruh wilayah Kota Cimahi sudah diguyur hujan, namun sebagian pelanggan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Seperti yang dialami warga Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Mereka mengaku heran hingga saat ini air dari Perumda Air Minum Tirta Raharja belum mengalir padahal hujan hampir setiap hari turun.

Akibatnya, warga masih mengandalkan pasokan air bersih secara manual menggunakan mobil tangki, sama seperti musim kemarau yang berlangsung sejak bulan September 2019.

"Hampir 5 bulan ini ya warga di Kelurahan Leuwigajah mengalami kekeringan, terutama pelanggan air ledeng karena mereka biasanya enggak punya jetpump atau artesis di lingkungannya," ujar Lurah Leuwigajah, Uus Supriyadi saat dihubungi, Jumat (10/1/2020).

Uus mengatakan wajar warga mengalami kekeringan bila di musim kemarau. Namun saat ini musim hujan sudah berlangsung hampir sebulan tapi pasokan air masih terhenti.

"Masa warga harus dikirim per tangki terus, bahkan ada yang patungan beli air pertangki setiap minggunya, kasihan jadinya," ujarnya.

Pihaknya sudah mengumpulkan para Ketua RW untuk membahas permasalahan ini. Hasilnya, forum RW akan mengirimkan surat berisi keluhan kepada Perumda Air Minum Tirtaraharja dan Pemkot Cimahi.

Ketua RW 13 Kelurahan Leuwigajah, Momon Suparlan mengatakan, setiap RW memiliki jadwal yang berbeda untuk pengiriman tangki air. Biasanya tak hanya Perumda Air Minum yang mengirim, ada juga sumbangan dari anggota DPRD, atau warga inisiatif membeli air.

"Kalau di RW 13 ini semuanya kan pakai air ledeng, jadi dikirim dari Tirta Raharja setiap hari Rabu dan Sabtu. Tapi kalau begini terus kasihan juga, kita juga tetap membayar abodemen tiap bulan," ungkapnya.

Bila kehabisan air bersih, warga biasanya mengambil air dari masjid dan kantor RW, namun tidak digunakan untuk memasak melainkan untuk mandi dan mencuci.

"Di sini juga belum ada sumur artesis yang dibuat. Sudah diajukan ke pemkot, tapi belum ada tindaklanjutnya," tandasnya.

Manajer Junior Humas Perumda Air Minum Tirta Raharja, Sri Hartati, mengatakan akan menampung keluhan warga soal terhentinya pasokan air minum selama 5 bulan belakangan.

"Untuk kondisinya memang rumit, karena di sumbernya kita berebut sumber air dengan pihak lain, termasuk warga sekitar. Jadi mohon maklum pada warga karena air sama sekali belum mengalir," katanya.