Kamis, 10 Oktober 2019 16:17

Hujan Sebentar Kemudian ada Genangan di Jalan Raya, Pemkot Cimahi Bisa Apa?

Limawaktu.id - Pemkot Cimahi sepertinya belum siap menghadapi musim hujan. Buktinya, hujan sedang dengan durasi sekitar dua jam pada Rabu (9/10/2019). sudah ada genangan air di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan yang mengalami genangan di antaranya Jalan Lurah dan Jalan Amir Mahmud. Air yang menggenang berkisar 20 cm sampai 30 cm, hingga menyebabkan kemacetan. 

"Kemarin saya pas hujan kebetulan lewat Amir Mahmud sama Jalan Lurah, padat sekali. Kayanya karena genangan air itu," ujar,Yanti Widyasari (35) Kamis (10/10/2019). Ia menilai, kondisi saluran air atau drainase di Kota Cimahi sepertinya belum siap untuk menampung air hujan sehingga airnya malah meluap ke jalan umum. Apalagi sejumlah pekerjaan drainase saat ini belum tuntas.

"Iya harus cepet diberesin, gorong-gorong juga diperbaiki lagi supaya kalau hujan airnya gak ke jalan," katanya. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG), Oktober ini memasuki pancaroba atau peralihan musim kemarau ke musim hujan. Sementara musim hujan diprediksi akan terjadi November mendatang. "Kalau gak beres-beres, terus hujannya besar, ya pasti airnya malah ke jalan lagi," tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, genangan air yang terjadi tak berlangsung lama. Sebab hingga saat ini, pihaknya terus melakukan perbaikan drainase.

"Memang ada genangan tapi dalam 30 menit bisa langsung surut lagi. Kami kira kondisi ini sudah cukup siginifikan dalam progres penanganan banjir," ujar Wilman saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kamis (10/10/2019).

Khusus genangan air di Jalan Amir Mahmud tepatnya di sekitar Cibabat, kata Wilman, hal itu terjadi karena perbaikan drainase di sepanjang Jalan Amir Machmud belum selesai. "Perbaikan drainase yang dikerjakan pemerintah pusat belum selesai, jadi air tidak bisa tertampung dan akhirnya tumpah ke jalan. Kita sudah minta segera diselesaikan terus bekas galiannya diangkut," ujarnya. 

Sedangkan banjir di Jalan Lurah, terjadi karena air tidak tersalurkan ke sungai terdekat. Belum lagi kondisi sungai lebih tinggi dari saluran drainase.  "Akhirnya dialirkan lewat saluran permukiman yang ukurannya lebih kecil. Jadi penyalurannya lambat dan malah tumpah ke jalan. Agak sulit ditangani karena kondisinya di tengah permukiman warga jadi tidak bisa dilakukan pelebaran lagi," jelasnya.