Sabtu, 19 Juli 2025 15:30

Historia Musisi Cimahi jadi Ajang Peningkatan Wawasan Bermusik

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Bagi penggemar musik di tanah air tentu  tak asing dengan nama Dani Pette, pria yang dikenal pernah jadi manajer band Gigi. Beruntung para musisi di Kota Cimahi bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan pria yang saat ini dikenal sebagai  produser musik independen. 

Lewat sebuah Talkshow yang bertajuk ‘Historia Musisi Cimahi’ Dani Pette memaparkan kiat-kiat bagaimana mengembangkan diri untuk berkiprah didunia musik di era digital saat ini. Dani juga memaparkan bagaimana seorang musisi untuk melakukan penguatan ekosistem  dalam pemanfaatan teknologi digital yang sedang berkembang pesat. 

Talkshow bertemakan Dari Legend, jaman Now dan hingga Masa Depan ini digagas oleh Jam Production di Gedung Cimahi Technopark, Sabtu, 19 Juli 2025.

Ketua Pelaksana Historia Cimahi Samiaji mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kerjasama antara para musisi Kota Cimahi dengan Komisi I DPR RI dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan tujuan untuk memberikan wawasan kepada para musisi Kota Cimahi sekaligus bersilaturahmi. 

“Saya sebagai orang yang dilahirkan di Cimahi ingin agar ada peningkatan wawasan para musisi sehingga mereka bisa maju dalam menggeluti profesinya dibidang musik,” ungkap Samiaji kepada Limawaktu.id.

Menurut dia, banyak musisi yang lahir di Kota Cimahi namun saat ini belum ada yang bisa mendorong kreativitas mereka dibidang musik.

“Tak hanya ulama saja yang dikenal dari Cimahi para musisi juga kita harapkan makin dikenal tak hanya di Cimahi saja,” kata Samiaji.

Sementara, Dani Pette yang didaulat menjadi narasumber menyebutkan, para musisi harus memanfaatkan dunia digital saat ini untuk mengembangkan dirinya, karena dunia media akan sangat membantu untuk mempromosikan diri, sehingga banyak panggilan untuk bermain musik disejumlah tempat.

“Para musisi harus lebih memunculkan potensi dirinya, lebih baik lagi untuk memunculkan jatidiri walaupun berawal dari lagu-lagu cover, namun dengan memiliki jati diri akan lebih berkembang lagi seperti halnya band asal Kota Cimahi Jamrud yang memiliki jatidiri dengan lirik-lirik yang menggelitiknya," sebut Dani.

Dani berharap penyelenggaraan  Histroria ini bisa berkelanjutan, karena Jam Production  sudah memperlihatkan kepeduliannya. Tak hanya itu diupayakan juga muncul Jamrud-jamrud baru ataupun Hari Mukti baru di Kota Cimahi.

Sedangkan musisi Cimahi yang juga Anggota DPRD Kota Cimahi Iwan Setiawan menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan Historia Musisi Cimahi kali ini, apalagi dengan menghadirkan seorang Dani Pette yang sudah memiliki pengalaman yang baik dibidang musik dengan melahirkan beberapa band besar di tanah air maupun manca negara.

“Mudah-mudahan kang Dani Pette bisa memfasilitasi para musisi  Kota Cimahi untuk meneruskan Jam Rock atau Jamrud,” paparnya.

Iwan menyebutkan, sebagai musisi, dirinya saat ini sudah memiliki home recording yang bisa dimanfaatkan dan memfasilitasi para musisi Cimahi untuk menghasilkan karya musiknya.

“Saya yakin kang Dani Pette bisa memfasilitasi para musisi Kota Cimahi untuk mengembangkan dirinya, mudah-mudahan forum seperti ini diadakan lebih banyak lagi, ” sebut dia.

Dia meminta kepada Pemerintah Kota Cimahi agar bisa  memberdayakan para musisi asal Cimahi di kegiatan  apapun, karena Cimahi penuh talenta dibidang musik.

“Kita sebagai warga asli Cimahi tahu sejauh ini akan potensi musisi Cimahi seperti Jamrud, Euis Darliah, Kembar Grup hingga almarhum Hari Mukti yang menjadi produk dan kebanggan Kota Cimahi,” pungkasnya.