Hampir Seluruh RW di Kota Cimahi Berpotensi Alami Krisis Air Bersih
Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawa, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan langkah antisipasi secara mandiri, mulai dari menampung cadangan air hingga menggunakan air secara lebih bijak.
"Sehingga masyarakat diharapkan bisa secara mandiri mengantisipasi. Misalnya dengan bersiap menyediakan air, menampung air, kemudian menghemat air, lalu menggunakannya dengan lebih bijak," ujar Fithriandy, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, penghematan air dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan air untuk mencuci kendaraan atau aktivitas lain yang tidak mendesak.
"Kalau memang kendaraannya tidak terlalu kotor, cukup dilap saja. Bentuk-bentuk penghematannya diserahkan kepada masyarakat sesuai kebutuhannya," katanya.
BPBD mencatat ancaman kekeringan di Kota Cimahi cukup serius. Berdasarkan pengalaman musim kemarau sebelumnya, sekitar 300 dari total 312 RW pernah melaporkan krisis air bersih kepada pemerintah. Kondisi tersebut menunjukkan hampir seluruh wilayah Kota Cimahi memiliki potensi terdampak apabila musim kemarau berlangsung dalam waktu lama.
"Di seluruh kelurahan ada daerah-daerah tertentu yang rawan terdampak kekeringan atau kekurangan air bersih," ungkap Fithriandy.
Ia menjelaskan, krisis air bersih di Kota Cimahi dipicu menurunnya debit air tanah yang menjadi sumber utama sumur warga. Saat musim kemarau, muka air tanah turun sehingga banyak sumur mengalami kekeringan. Kondisi tersebut diperparah tingginya pemanfaatan air tanah oleh berbagai sektor, termasuk industri.
"Mayoritas sumber air masyarakat berasal dari sumur. Saat musim kemarau muka air tanah turun, ditambah harus berbagi dengan kebutuhan industri," jelasnya.
Menghadapi potensi tersebut, BPBD Kota Cimahi bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) serta sejumlah instansi terkait telah meningkatkan kesiapsiagaan. Persiapan meliputi penyiapan personel, peralatan, hingga penguatan koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi krisis.
Langkah ini juga sejalan dengan penetapan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan, dan Lahan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau tahun ini.
BPBD mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menunggu krisis terjadi. Penggunaan air secara hemat sejak dini dinilai menjadi kunci untuk mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi melanda hampir seluruh wilayah Kota Cimahi.